Hamas Berusaha Sukseskan Pertukaran Tawanan dengan Israel
-
Tawanan Palestina
Kepala Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), Ismail Haniyah menyatakan, kubu muqawama ini siap melakukan perundingan tak langsung dengan rezim Zionis Israel terkait pertukaran tawanan.
Seperti ditulis laman Palestine al-Youm, Haniyah Selasa (17/4) sore di acara peringatan hari tahanan Palestina di Jalur Gaza menambahkan, "Kami siap memulai perundingan tak langsung dengan Israel terkait pertukaran tawanan melalui mediasi atau pihak ketiga."
Kepala Biro Politik Hamas ini menambahkan, isu tawanan Palestina menjadi prioritas utama para pemimpin Palestina dan upaya untuk membebaskan para tawanan dilakukan baik secara rahasia maupun terang-terangan.
Di bagian lain pernyataannya Haniyah mengungkapkan, "Kami siap melakukan apapun untuk merealisasikan rekonsiliasi nasional dan membentuk parlemen nasional yang komprehensif berdasarkan kesepakatan Beirut demi persatuan seluruh rakyat Palestina." Ia juga menuntut pembentukan parlemen nasional Palestina yang mengadopsi seluruh kelompok dan kubu.
Hamas dan Israel di tahun 2011 mencapai kesepakatan terkait pertukaran tawanan dan berdasarkan kesepakatan tersebut, Hamas akan membebaskan satu tawanan militer Israel dengan imbalan pembebasan 1000 tawanan Palestina.
Disebutkan bahwa Hamas pada April 2015 dan September 2014 berhasil menangkap dua tentara Israel di Jalur Gaza.
17 April 1971, tawanan pertama Palestina dibebaskan dari penjara Israel dan selanjutnya hari tersebut ditetapkan sebagai Hari Tawanan Palestina.
Data resmi Palestina menunjukkan sekitar 6400 warga tertindas Palestina termasuk 300 anak-anak mendekam di penjara Israel. (MF)