Yordania Meminta Koordinasi Keamanan dengan Suriah
-
Operasi militer Suriah di Daraa
Pemerintah Yordania mengirim surat kepada pemerintah Suriah yang isinya meminta diselenggarakannya pertemuan langsung para pakar militer dan keamanan dua negara untuk melakukan koordinasi yang diperlukan saat memulai operasi militer Suriah di selatan Suriah demi mengambil kembali Daraa.
Menurut laporan FNA hari Kamis (19/4) surat kabar Rai al-Youm tentang kabar ini menulis, lembaga keamanan dan militer Yordania berdasarkan laporan-laporan yang sampai soal perang besar yang mungkin terjadi di kota-kota Daraa, Suriah mulai melakukan sejumlah langkah demi mengontrol perbatasan-perbatasan utara negara ini.
"Telah terjadi kontak antara para pejabat keamanan Suriah dan Yordania untuk bertukar informasi dengan tujuan menjamin keamanan perbatasan," ungkap Rai al-Youm.
Sesuai dengan laporan ini, Yordania khawatir operasi militer yang dilakukan di kawasan selatan Suriah memaksa warga negara ini menuju perbatasan Yordania mencari suaka dan untuk itu Amman perlu menjamin keamanan perbatasannya.
Sekaitan dengan hal ini, Mohammed al-Momani, Jurubicara Pemerintah Yordania mereaksi pemberitaan terkait penempatan pasukan militer Arab menggantikan pasukan Amerika di Suriah seraya menegaskan, sikap resmi Yordania sama seperti sebelumnya yang bersandar pada solusi lewat jalur politik yang ditetapkan lewat resolusi-resolusi PBB dan menjamin stabilitas, keamanan dan kedaulatan Suriah.
Surat kabar Wall Street Journal baru-baru ini melaporkan, Donald Trump, Presiden Amerika meminta digantikannya pasukan Amerika di Suriah dengan tentara dari sejumlah negara-negara Arab.