Ehud Barak: Statemen Netanyahu Soal Nuklir Iran tak Berharga
-
Ehud Barak
Mantan perdana menteri rezim Zionis Israel, Ehud Barak mengatakan, statemen PM Israel, Benjamin Netanyahu yang menyerang program nuklir Iran, tidak berharga.
Kantor berita Perancis (1/5/2018) melaporkan, Ehud Barak menuturkan, agen mata-mata Israel, Mossad sama sekali tidak bisa menunjukkan satu bukti pun bahwa Iran melanggar kesepakatan nuklir.
Ia menambahkan, statemen Netanyahu terkait aktivitas nuklir rahasia Iran hanya pengulangan dan bukan hal yang baru.
Mantan perdana menteri Israel itu menegaskan, seluruh upaya Netanyahu dilakukan untuk membantu Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dalam rangka pengambilan keputusan untuk diumumkan pada 12 Mei 2018, sekaligus untuk keluar dari kesepakatan nuklir Iran.
PM Israel, Benjamin Netanyahu, Senin (30/4/2018) malam menyampaikan klaim tak berdasar dan mengatakan, Iran tetap merahasiakan program senjata nuklirnya.
Klaim tersebut disampaikan padahal Badan Energi Atom Internasional, IAEA hingga kini sudah 10 kali menegaskan bahwa program nuklir Iran, damai.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Ghasemi, Selasa (1/5/2018) malam menyebut peragaan yang dilakukan Netanyahu terkait Iran disebabkan kekalahan sehingga memaksanya berbohong.
Mereaksi statemen Netanyahu itu, IAEA menegaskan bahwa lembaganya sudah mengumumkan tentang masalah-masalah yang tersisa saat ini dan yang lalu terkait program nuklir Iran pada Desember 2015, dan kasus ini sudah ditutup. (HS)