Hadapi Pemindahan Kedubes AS, Warga Palestina Siapkan Aksi
-
Para demonstran Palestina menggelar aksi di perbatasan Jalur Gaza.
Komite Tindak Lanjut Gerakan Nasional dan Islam Palestina di Gaza, menyatakan bahwa pemindahan kedutaan AS ke Quds pendudukan adalah deklarasi perang terhadap rakyat Palestina dan hak-hak sah mereka.
Presiden Donald Trump pada Desember 2017, mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis meskipun ada penentangan luas di tingkat regional dan dunia.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa kedutaan mereka akan dipindahkan dari Tel Aviv ke Quds pendudukan pada 14 Mei 2018.
Seperti dilaporkan Pusat Info Palestina, Rabu (2/5/2018), Komite Tindak Lanjut Gerakan Nasional dan Islam Palestina di Gaza dalam sebuah rilis, menyatakan kesiapannya untuk melakukan mogok massal untuk melawan keputusan AS.
“Aksi mogok massal 14 Mei mencakup semua sektor, termasuk lembaga pendidikan, dan hanya sektor transportasi yang dikecualikan dari aksi ini,” kata pernyataan tersebut.
“Pada 14 Mei, rakyat Palestina secara serentak akan bergerak ke arah perbatasan untuk menegaskan hak mutlak mereka untuk kembali ke tanah airnya dan menunjukkan penentangan keras mereka terhadap keputusan AS terkait al-Quds,” tegasnya.
Komite tersebut menyeru kaum Muslim, bangsa Arab, dan seluruh orang-orang merdeka di dunia untuk mendukung pawai kepulangan dan mengecam keputusan sepihak AS.
Warga Gaza telah menggelar Pawai Kepulangan sejak 30 Maret 2018 untuk menuntut kepulangan seluruh warga Palestina ke tanah air mereka. Aksi damai ini ditumpas dengan brutal oleh tentara Israel, yang membuat 48 warga Palestina gugur syahid dan lebih dari 6.400 lainnya cidera. (RM)