Hamas: Pawai Hak untuk Kembali Sepenuhnya Damai
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i57910-hamas_pawai_hak_untuk_kembali_sepenuhnya_damai
Wakil Ketua Biro Politik Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) Khalil al-Hayya mengatakan, Pawai Hak untuk Kembali Palestina adalah pawai damai dan tidak ada peserta yang menggunakan senjata dalam pawai ini.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 01, 2018 11:50 Asia/Jakarta
  • Pawai Hak untuk Kembali Palestina
    Pawai Hak untuk Kembali Palestina

Wakil Ketua Biro Politik Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) Khalil al-Hayya mengatakan, Pawai Hak untuk Kembali Palestina adalah pawai damai dan tidak ada peserta yang menggunakan senjata dalam pawai ini.

"Pawai Hak untuk Kembali Palestina yang telah dimulai pada tanggal 30 Maret akan berlanjut hingga tercapai tujuan-tujuan rakyat Palestina, di mana tujuan pertamanya adalah pencabutan blokade Jalur Gaza. Masyarakat dunia juga harus mengetahui bahwa rakyat Palestina menuntut untuk kembali ke tanah air mereka," imbuh al-Hayya dalam wawancara dengan jaringan televisi satelit al-Aqsa hari Kamis, (31/5/2018), seperti dilansir Pusat Informasi Palestina.

Khalil al-Hayya

 

Pawai Akbar Hak untuk Kembali Palestina dimulai sejak 30 Maret 2018 di perbatasan timur Gaza. Hingga sekarang, lebih dari 120 peserta pawai gugur syahid diserang pasukan rezim Zionis, dan lebih dari 13.000 lainnya terluka.

 

"Selama rezim Zionis melanjutkan agresinya terhadap Gaza dan membunuh warga Palestina, maka rakyat Palestina memiliki hak untuk membela diri," tuturnya.

 

Wakil ketua biro politik Hamas menegaskan, rakyat Palestina tidak mengejar perang dan konflik, namun mereka tidak memiliki rasa takut untuk berperang.

 

"Jika kejahatan rezim Zionis terhadap Gaza berlanjut, kelompok-kelompok Muqawama Palestina dan Brigade al-Qassam (sayap militer Hamas) akan menarget pangkalan-pangkalan militer Israel," pungkasnya.

 

Pada tanggal 29 Mei 2018, jet-jet tempur rezim Zionis beberapa kali membombardir posisi Muqawama Palestina di Gaza. Pasukan Muqawama membalas serangan tersebut dengan menembakkan puluhan roket ke wilayah pendudukan. (RA)