Sayid Hasan Nasrullah Seru Umat Muslim Membantu Quds
-
Sekjen Hizbullah Lebanon Sayid Hasan Nasrullah
Sekjen Gerakan Perlawanan Islam Lebanon (Hizabullah), Sayid Hasan Nasrullah Jumat (8/6) di Hari Quds Sedunia dan dihadapan ribuan orang di Lebanon selatan menyatakan, konspirasi paling berbahaya musuh adalah rencana transaksi abad yang tujuannya untuk menjauhkan isu Palestina dan menyerakan Quds serta sakralitasnya kepada rezim Zionis.
Menurut laporan MNA, Sayid Hasan Nasrullah di desa Maroun al-Ras di 2 km perbatasan Lebanon dengan Palestina pendudukan, melalui telekonferensi mengatakan, bangsa Palestina, kubu muqawama dan Otorita Palestina terus ditekan untuk menerima transaksi abad, namun setelah 70 tahun berlalu, resistensi bangsa Palestina tetap berlanjut.
Sekjen Hizbullah menambahkan, saat ini Quds menghadapi tiga kendala utama, pertama pengakuan atas Israel oleh berbagai negara dunia dan ketundukan atas keputusan Amerika, kendala kedua berkaitan dengan susunan demografi Quds dan perubahan identitas penghuninya, sementara kendala ketiga adalah isu sakralitas kota al-Quds terutama Masjid al-Aqsa.
Sayid Hasan Nasrullah mengungkapkan, di dunia Arab terjadi perubahan yang belum pernah terjadi selama 70 tahun lalu. Sejumlah pihak melalui tulisan dan ucapannya menyatakan bahwa Zionis memiliki hak di Palestina dan Quds. Arab Saudi bertanggung jawab akan hal ini.
Lebih lanjut sekjen Hizbullah menandaskan, dewasa ini di kawasan sejumlah pihak ingin mempertahankan kekuasaannya, mereka ini mendapat dukungan dari Amerika, dan berlomba-lomba mengakui secara resmi Israel.
Ia menekankan, resistensi bangsa Palestina di perjuangan kita merupakan kekuatan utama dalam mengalahkan transaksi abad. Bahkan banyak kelompok Arab dan Islam di dunia yang mengungkapkan solidaritasnya dengan bangsa Palestina.
"Musuh berharap generasi mendatang melupakan Palestina. Dewasa ini tengah berlangsung perang generasi. Namun kita menyaksikan di Gaza puluhan ribu orang bangkit melawan militer Israel dan mereka tidak takut. Ini adalah puncak keberanian, pengorbanan dan keimanan," tegas Sayid Hasan Nasrullah.
Sekjen Hizbullah juga menjelaskan, bantuan finansial kepada warga Quds adalah kewajiban semua orang. Warga kota Quds memiliki tekad dan kesiapan untuk tetap tinggal di kota ini, namun demikian umat Islam lainnya harus membantu mereka. (MF)