Menelisik Peringatan Hashd Shaabi akan Pergerakan Amerika di Irak
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i58906-menelisik_peringatan_hashd_shaabi_akan_pergerakan_amerika_di_irak
Organisasi Relawan Rakyat Irak (al-Hashd al-Shaabi) mengeluarkan peringatan kepada Washington akan dampak serangan jet-jet tempur Amerika ke markas pasukan ini di perbatasan Irak dan Suriah.
(last modified 2026-03-08T17:13:05+00:00 )
Jun 19, 2018 14:39 Asia/Jakarta
  • Logo al-Hashd al-Shaabi
    Logo al-Hashd al-Shaabi

Organisasi Relawan Rakyat Irak (al-Hashd al-Shaabi) mengeluarkan peringatan kepada Washington akan dampak serangan jet-jet tempur Amerika ke markas pasukan ini di perbatasan Irak dan Suriah.

Pasukan al-Hashd al-Shaabi menjadi sasaran serangan pasukan Amerika Serikat. Padahal sesuai dengan undang-undang yang diratifikasi oleh parlemen Irak, al-Hashd al-Shaabi termasuk pasukan resmi di bawah komando seluruh pasukan bersenjata Irak dan dianggap sebagai salah satu pilar pertahanan Irak. Satu jet tempur Amerika menembakkan dua peluru kendali ke markas brigade 45 dan 46 organisasi ini yang bertanggung jawab melindungi garis perbatasan dengan Suriah dan mengakibatkan 22 orang tewas dan melukai 12 lainnya.

Pasukan al-Hashd al-Shaabi

Organisasi relawan rakyat Irak hanya akan melakukan operasi ketika muncul bahaya keamanan dan berpartisipasi dalam melenyapkan ancaman setelah mendapat perintah panglima seluruh angkatan bersenjata Irak. Kalangan politik menilai serangan Amerika itu sebagai pembalasan terhadap al-Hashd al-Shaabi karena telah membersihkan kota al-Bukamal dari kehadiran teroris Daesh dan untuk membuka jalan bagi anasir Takfiri menduduki daerah-daerah di sepanjang perbatasan Irak dan Suriah.

Keberhasilan luas rakyat Irak dalam melawan terorisme dan pukulan telak al-Hashd al-Shaabi terhadap Daesh telah menyebabkan runtuhnya kekuatan-kekuatan kelompok teroris ini di Irak. Pencapaian ini diraih ketika koalisi Amerikia yang disebut anti Daesh melakukan intervensi sewenang-wenang di Irak dan memberikan dukungan transparan atau rahasia kepada para teroris secara praktis telah benar-benar menjadi hambatan untuk menumpas Daesh secara keseluruhan dari kawasan.

Perilaku Amerika ini membuat dunia semakin mencermati satu kenyataan bahwa Washington tengah melakukan sabotase dalam proses memerangi terorisme di Irak. Aksi-aksi konspirasi Amerika mengungkap kedalaman kebijakan bias Amerika di kawasan yang mengaku membantu negara-negara dalam pemberantasan terorisme. Amerika Serikat membutuh waktu untuk mencoba melaksanakan rencananya buat Irak pasca Daesh dengan mencegah berakhirnya Daesh punah dari negara ini.

Amerika Serikat sekarang berjuang untuk memperkuat kehadiran militer dan politiknya di Irak di atas reruntuhan Daesh di Irak. Untuk itu, Washington telah memulai kebijakan baru dan menjadikan al-Hashd al-Shaabi, pasukan paling penting yang memerangi Daesh, sebagai targetnya dengan segala macam cara, termasuk menyerang pasukan ini dan mengalamatkan tuduhan infaktual kepadanya agar dapat memasung pasukannya. Dalam suasana seperti itu, Daesh berkoordinasi dengan Amerika Serikat untuk mengatasi kekalahannya dengan beralih taktik meningkatkan aksi kejahatan, teror dan pembunuhan untuk menciptakan ketidakstabilan di Irak dan Suriah.

Pasukan al-Hashd al-Shaabi

Sekaitan dengan hal ini, situs The National Interest yang berbasis di Amerika merilis artikel dengan tema perubahan strategi Daesh pasca kekalahan di Irak dan Suriah. Mereka kini melakukan aktivitas bawah tanah, serangan siber dan mengintensifkan operasi teroris untuk tetap hidup dan menunjukkan kalau mereka masih hidup.

Kebijakan baru para teroris di kawasan itu juga mendapat dukungan Amerika Serikat dan apa yang disebut koalisi melawan terorisme yang dipimpin AS masih tetap mengiringi lapisan rahasia Daesh demi melanjutkan pergerakannya di Suriah dan Irak. Dalam kerangka ini, melemahkan pilar pertahanan Irak, dalam hal ini al-Hashd al-Shaabi, adalah agenda para pejabat AS.