Sekjen Ansarullah: Rakyat Yaman Tidak akan Pernah Menyerah
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i59000-sekjen_ansarullah_rakyat_yaman_tidak_akan_pernah_menyerah
Sekretaris Jenderal Gerakan Rakyat Yaman Ansarullah Sayid Abdul-Malik Badreddin al-Houthi menjelaskan tujuan pasukan agresor Arab Saudi dan sekutunya dalam serangan ke al-Hudaydah di Yaman barat. Dia mengatakan, perang ini akan menjadi "rawa besar" bagi pasukan agresor.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 21, 2018 01:43 Asia/Jakarta
  • Sekretaris Jenderal Gerakan Rakyat Yaman Ansarullah Sayid Abdul-Malik Badreddin al-Houthi
    Sekretaris Jenderal Gerakan Rakyat Yaman Ansarullah Sayid Abdul-Malik Badreddin al-Houthi

Sekretaris Jenderal Gerakan Rakyat Yaman Ansarullah Sayid Abdul-Malik Badreddin al-Houthi menjelaskan tujuan pasukan agresor Arab Saudi dan sekutunya dalam serangan ke al-Hudaydah di Yaman barat. Dia mengatakan, perang ini akan menjadi "rawa besar" bagi pasukan agresor.

Hal itu disampaikan Badreddin al-Houthi dalam pernyataannya pada hari Rabu (20/6/2018) ketika menyinggung serangan besar-besaran koalisi pimpinan Arab Saudi ke pelabuhan al-Hudaydah yang dimulai sejak tanggal 13 Juni 2018.

 

Meskpun serangan koalisi pimpinan Arab Saudi ke al-Hudaydah didukung oleh pasukan Amerika Serikat, Perancis dan Inggris, namun hingga kini gagal untuk menduduki pelabuhan tersebut disebabkan perlawanan gigih pasukan Yaman.

 

Sekjen Ansarullah dalam pernyataannya menegaskan, rakyat Yaman tidak akan pernah menyerah di hadapan pasukan agresor.

 

"AS, Inggris dan rezim Zionis (Israel) memiliki peran praktis dan langsung dalam pertempuran di pantai barat," kata Badreddin al-Houthi seperti dilansir televisi al-Masirah.

Dia menambahkan, Yaman setuju dengan pengawasan PBB mengenai impor melalui pelabuhan al-Hudaydah dan tidak ada ancaman apapun terhadap pelayaran di Laut Merah.

 

"Klaim-klaim palsu agresor dilontarkan dengan tujuan agar AS dan rezim Zionis bisa mendominasi kawasan," ujarnya.

Pasukan Yaman di al-Hudaydah

 

Sekjen Ansarullah lebih lanjut memperingatkan negara-negara agresor yang menuding Yaman membayakan pelayaran di Laut Merah.

 

"Militer dan pasukan relawan Yaman menarget kapal-kapal perang pasukan agresor dengan tujuan untuk mencegah serangan mereka," jelasnya.

 

Menurutnya, tujuan utama pasukan agresor adalah untuk mengontrol penuh Yaman terutama pelabuhan-pelabuhan dan pantai serta Selat Bab el-Mandeb.

 

"Wilayah strategis terbesar di pantai barat masih berada dalam kontrol pasukan Yaman," terangnya.

 

Badreddin al-Houthi membantah klaim musuh tentang pengiriman rudal Republik Islam Iran ke Yaman.

 

"Musuh mengklaim bahwa rudal-rudal Iran masuk ke Yaman melalui pelabuhan al-Hudaydah. Ini adalah sebuah kebohongan," pungkasnya. (RA)