Yaman: Kekejaman Saudi, Noda Hitam dalam Sejarah Manusia
-
Serangan Saudi ke Bus Siswa di Kota Dhahyan, Saada.
Tiga mejelis Yaman (Zaidiyah - Sofiah – Shafei) menyebut kejahatan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi di sebuah pasar di kota Dhahyan yang merenggut nyawa 50 orang dan melukai 77 lainnya sebagai noda hitam dalam sejarah umat manusia, umat Islam dan Arab.
Seperti dilansir televisi al-Masirah, tiga majelis Yaman dalam sebuah pernyataan, menyinggung kelanjutan kejahatan Amerika Serikat, Arab Saudi dan pasukan bayaran mereka dalam mengulang kembali kejahatan mengerikan terhadap warga sipil, anak-anak dan perempuan Yaman.
Majelis-majelis tersebut juga mengungkapkan penyesalan atas kebungkaman masyarakat dunia atas kejahatan terbaru koalisi pimpinan Arab Saudi di kota Dhahyan, Provinsi Saada.
Berdasarkan pengumuman Kementerian Kesehatan Yaman pada Kamis, 9 Agustus 2018, korban tewas akibat serangan udara koalisi Saudi di kota Dhahyan mencapai 50 orang, sedangkan korban luka mencapai 77 orang.

Para anggota majelis-majelis ini menilai kelanjutan kejahatan koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman sebagai upaya untuk memenuhi kepentingan AS dan bentuk pelaksanan prakarsa rezim Zionis di kawasan.
Mereka menyerukan rakyat Yaman dan bangsa-bangsa Muslim lainnya untuk bersiap-siap dalam menghadapi pasukan agresor.
Di bagian lain pernyataannya, tiga majelis Yaman menyinggung sanksi yang diterapkan AS terhadap Republik Islam Iran. Mereka mengencam pemulihan sanksi terhadap negara ini. (RA)