Hujan Rudal di Pangkalan Militer Koalisi Saudi
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i61149-hujan_rudal_di_pangkalan_militer_koalisi_saudi
Unit rudal militer dan komite rakyat Yaman mengumumkan, hanya dengan satu unit rudal balistik jarak pendek buatan dalam negeri, markas operasi koalisi agresor pimpinan Arab Saudi-Uni Emirat Arab di pesisir pantai barat Yaman berhasil diporak-porandakan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 22, 2018 11:20 Asia/Jakarta
  • rudal-rudal Yaman serang Saudi
    rudal-rudal Yaman serang Saudi

Unit rudal militer dan komite rakyat Yaman mengumumkan, hanya dengan satu unit rudal balistik jarak pendek buatan dalam negeri, markas operasi koalisi agresor pimpinan Arab Saudi-Uni Emirat Arab di pesisir pantai barat Yaman berhasil diporak-porandakan.

Sumber-sumber media Yaman mengabarkan, rudal yang memiliki keakuratan tinggi itu tepat menghantam target. Koalisi agresor pimpinan Saudi terus menekan rakyat Yaman agar mereka mau menyerah dan sejak Juni 2018 lalu meningkatkan eskalasi serangan militer terutama untuk menguasai pelabuhan Al Hudaydah, barat Yaman.

Meski koalisi Saudi selalu mendapat dukungan logistik dari negara-negara Barat dalam serangan ke pelabuhan strategis Al Hudaydah, namun di hari-hari pertama operasinya sudah harus menelan kegagalan karena perlawanan sengit pasukan Yaman dan menderita kerugian besar yang sampai sekarang pun masih berlanjut.

Nasib mengenaskan yang dialami pasukan agresor pimpinan Saudi di Yaman terjadi padahal koalisi itu sebelumnya sesumbar dapat menguasai dan merebut kontrol pelabuhan Al Hudaydah hanya dalam hitungan hari.

Kegagalan dan kekalahan Saudi bersama sekutu-sekutunya terjadi bersamaan dengan tersebarnya sejumlah banyak informasi yang menunjukkan dicapainya kesepakatan antara Amerika Serikat, Inggris, Saudi dan UEA untuk menduduki pesisir pantai barat Yaman.

Tujuan dicapainya kesepakatan itu adalah persekongkolan untuk menguasai selat Bab El Mandeb yang strategis itu dan kontrol pasukan koalisi Saudi atas kota Al Hudaydah. 

Harapan kosong dan kesepakatan di balik layar itu sebenarnya juga sudah muncul di awal agresi militer Saudi ke Yaman dan rencananya, dalam waktu beberapa minggu, Yaman akan bisa diduduki.

kendaraan tempur Saudi hancur di Yaman

Dalam kerangka tujuan yang lebih merupakan khayalan itu, sejak Maret 2015, Saudi membentuk sebuah koalisi yang terdiri dari sejumlah negara atas bantuan dan lampu hijau Amerika, untuk melancarkan serangan militer luas ke Yaman. 

Serangan militer Saudi ke Yaman dilakukan dengan dalih mengembalikan kekuasaan bonekanya di negara itu yaitu Abd Rabbuh Mansour Hadi untuk menutupi ambisi dan nafsu politiknya untuk menguasai Yaman. Namun sampai detik ini, koalisi Saudi tidak mampu meraih tujuannya di Yaman berkat perlawanan gigih rakyat negara itu.

Di sektor militer, perang terhadap rakyat Yaman secara praktis telah berubah menjadi perang terbatas seiring dengan berlarut-larutnya perang yang sekarang masuk tahun keempat. Laporan media menyebutkan bahwa perang ini menunjukkan kekalahan koalisi Saudi yang terjebak dalam perangkap yang dibuatnya sendiri dan kegagalan Barat menyelamatkan koalisi Saudi dari kekalahan mengenaskan di Yaman.

Pasukan rakyat Yaman dengan bersandar pada kemampuan dalam negeri dan produksi berbagai jenis rudal bersamaan dengan dimulai agresi militer Saudi, berhasil membalas kejahatan rezim Al Saud dengan membombardir pangkalan-pangkalan militer negara itu, bahkan di wilayah yang dekat dengan Riyadh sekalipun.

Strategi yang digunakan pasukan Yaman saat ini telah mengubah perimbangan kekuatan di medan tempur menjadi menguntungkan mereka dan menciptakan kekalahan telak bagi koalisi agresor pimpinan Saudi.

Salah seorang analis politik Mesir, Sameh Askar dalam wawancara dengan surat kabar Al Watan mengatakan, rezim Al Saud dalam perang menghadapi rakyat tertindas Yaman dari sisi politik-militer dan moral, telah kalah.

Saudi dan sekutu-sekutunya seakan tidak percaya menyaksikan kegagalan Saudi di Yaman dan untuk menutupinya, mereka meningkatkan eskalasi serangan terhadap anak-anak, perempuan dan orang lanjut usia Yaman serta memperketat blokade.

Hal ini tentunya tidak bisa dibiarkan dan menuntut keputusan serta tindakan segera dari lembaga-lembaga internasional untuk menghentikan koalisi Saudi yang terus melakukan kejahatannya terhadap rakyat Yaman. (HS)