Komite Revolusi Yaman Kecam Serangan Saudi di Durayhimi
-
Saudi dengan dukungan Uni Emirat Arab, AS dan beberapa negara lain, telah melakukan agresi militer terhadap Yaman pada Maret 2015.
Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman, Mohammad Ali al-Houthi mengecam serangan koalisi pimpinan Arab Saudi di Provinsi al-Hudaydah.
"Lembaga-lembaga internasional dan PBB telah kehilangan rasa malu yang tersisa karena posisi lemah mereka dalam menanggapi kejahatan Arab Saudi di Yaman," ujarnya pada hari Kamis (23/8/2018) seperti dilaporkan televisi al-Alam.
Jet-jet tempur Saudi pada hari Kamis menyerang dua kendaraan, yang sedang membawa pengungsi Yaman di distrik ad-Durayhimi di selatan al-Hudaydah. Serangan ini menewaskan 31 anak-anak dan perempuan.
Ali al-Houthi menandaskan, serangan terhadap anak-anak dan warga sipil Yaman telah menjadi agenda tetap koalisi Saudi. "Menyelamatkan anak-anak Yaman dari kejahatan ini adalah kemenangan bagi semua umat manusia," tambahnya.
Menurutnya, Amerika Serikat, Arab Saudi dan sekutunya bertanggung jawab penuh atas perang yang tidak adil di Yaman. Dia menyeru orang-orang merdeka di dunia untuk menekan koalisi Saudi agar mengakhiri perang Yaman dan mencabut blokade keji.
Sementara itu, juru bicara pemerintah penyelamatan nasional Yaman, Abdel Salam Jaber mengatakan, berlanjutnya kejahatan koalisi Saudi terhadap warga sipil Yaman adalah ekspresi dari watak brutal mereka.
Saudi dengan dukungan Uni Emirat Arab, AS dan beberapa negara lain, telah melakukan agresi militer terhadap Yaman pada Maret 2015, dan memblokade negara itu dari darat, laut dan udara.
Serangan Arab Saudi dan sekutunya telah menewaskan lebih dari 14.000 warga Yaman, melukai puluhan ribu lainnya dan menelantarkan jutaan orang Yaman. (RM)