Mengapa Sumber Ekonomi Saudi dan UEA Jadi Target Roket Yaman ?
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i61595-mengapa_sumber_ekonomi_saudi_dan_uea_jadi_target_roket_yaman
Militer dan komite rakyat Yaman menargetkan sumber ekonomi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) dengan mengarahkan roketnya menuju dua negara agresor itu.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Sep 04, 2018 15:03 Asia/Jakarta
  • Instalasi minyak Aramco jadi sasaran roket Yaman
    Instalasi minyak Aramco jadi sasaran roket Yaman

Militer dan komite rakyat Yaman menargetkan sumber ekonomi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) dengan mengarahkan roketnya menuju dua negara agresor itu.

Selama tiga setengah tahun lamanya, Arab Saudi yang didukung sejumlah negara, terutama AS dan Uni Emirat Arab,  melancarkan serangan militer terhadap Yaman. Pada awal, rezim Al Saud mengira agresi militer tersebut akan bisa menaklukkan Yaman dalam waktu singkat. Tapi faktanya, prediksi Riyadh meleset.

Pasalnya, perlawanan rakyat Yaman menyebabkan serangan negara tetangganya itu membentur dinding. Sebaliknya, militer dan pasukan relawan rakyat Yaman saat ini berhasil melancarkan aksi balasan, dan sedang menargetkan sumber-sumber ekonomi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dengan roket, rudal dan dronenya.

Militer dan pasukan relawan rakyat Yaman baru-baru ini menembakkan roket ke arah instalasi minyak Aramco di provinsi Jizan. Selain itu, pekan lalu bandara kota Dubai juga menjadi sasaran serangan roket pasukan Yaman.

Sumber-sumber aktivitas ekonomi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA), selain meningkatkan anggaran belanja militer kedua negara itu untuk membiayai perang yang terus berlanjut, juga mengurangi pendapatan kedua negara itu akibat meningkatnya kekhawatiran atas masalah keamanan.

Para pengamat ekonomi menghitung kenaikan anggaran perang dalam setahun dari 72,3 milyar dolar di tahun lalu melonjak menjadi 216 milyar dolar tahun ini. Selain Arab Saudi, Uni Emirat Arab juga menghadapi masalah serupa.

Serangan rudal Yaman

 

Membengkaknya biaya perang kedua negara dibarengi dengan semakin tingginya ancaman keamanan yang berdampak buruk terhadap perekonomian Uni Emirat Arab, terutama setelah Dubai menjadi sasaran serangan roket pasukan Yaman. Saat ini, perekonomian Dubai yang menjadi jantung yang memompa perekonomian Uni Emirat Arab, terdiri dari rangkaian aktivitas perdagangan, pariwisata, perhotelan, properti serta pusat keuangan dunia sangat bergantung kepada keamanan.

Serangan drone dilengkapi roket pasukan Yaman ke Dubai sebagai bagian dari strategi perang baru untuk menekan UEA mengubah kebijakan interventifnya terhadap Yaman. Serangan roket pasukan Yaman ke bandara Dubai bisa menyulut larinya investor yang menanamkan investasi di kota penting UEA itu. Jika kondisi tersebut terus berlanjut, maka dalam jangka panjang akan menimbulkan kerugian besar bagi UEA.

Serangan roket ke arah instalasi minyak Aramco beberapa hari lalu bukan pertama kalinya terjadi. Aksi tersebut mengirimkan pesan penting kepada Riyadh. Juru Bicara Militer Yaman, Aziz Rashid mengatakan bahwa Aramco saat ini berada dalam jangkauan penuh roket dan drone pasukan Ansarullah Yaman.

Realitasnya, investasi dan pertumbuhan ekonomi membutuhkan jaminan keamanan yang tinggi. Jika faktor ini tidak terpenuhi, maka investor asing tidak akan menanamkan dananya. Padahal, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menegaskan masalah investasi asing, terutama Dubai yang mengandalkan perekonomiannya dari ketergantungan investasi asing.

Kini, dengan stretegi perang baru yang dilancarkan Yaman, Abu Dhabi dan Riyadh menghadapi sebuah masalah besar mengenai ancaman keamanan hasil dari sepak terjangnya sendiri. Lambat atau cepat bumerang ini akan berbalik menghantam penyerangnya sendiri. Serangan roket ke Aramco dan bandara Dubai salah satu indikasinya.(PH)