Al-Houthi: Agresor Saudi Berusaha Menekan Ekonomi Yaman
-
Mohammad Ali al-Houthi, Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman
Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman menegaskan, para agresor berpikiran bahwa dengan menekan ekonomi mereka dapat meraih apa yang selama beberapa tahun lalu lewat jalur militer tidak mampu mereka realisasikan.
Menurut laporan IRIB hari Senin (10/9), Mohammad Ali al-Houthi di laman Twitternya menulis, para agresor telah menurunkan nilai mata uang nasional Yaman "Riyal" dihadapan mata uang asing dan gagal meraih solusi bahkan di daerah-daerah yang mereka kuasai. Oleh karenanya, pemerintah telah diminta untuk mengambil langkah-langkah penting yang diperlukan di sektor ini.
"Upaya untuk mencapai solusi damai selalu menghadapi halangan negara-negara agresor seperti Amerika, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan sekutu mereka. Padahal mereka mengetahui bahwa satu-satunya yang mereka lakukan selama ini adalah menambah penderitaan bangsa Yaman," jelas Mohammad Ali al-Houthi.
Sebelumnya, Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman sempat mengritik kinerja Martin Griffiths, Wakil Khusus PBB di negara ini dengan ucapannya, para agresor Saudi-Amerika dan sekutu mereka sengaja menyuntikkan uang yang dicetak ke Aden, selatan Yaman untuk mengurangi nilai riyal Yaman.
Arab Saudi dengan dukungan Uni Emirat Arab, Amerika dan sejumlah negara lain sejak Maret 2015 melakukan agresi militer ke Yaman dan memblokade negara ini dari darat, laut dan udara.
Perang yang digelar Arab Saudi dan sekutunya di Yaman hingga kini telah mengakibatkan lebih dari 14 ribu warga Yaman meninggal, mencederai puluhan ribu lainnya dan memaksa jutaan warga Yaman mengungsi.