UNIFIL Siap Gandeng Militer Lebanon Jaga Keamanan Perbatasan
-
Pasukan Penjaga Perdamaian PBB UNIFIL
Juru bicara UNIFIL mengatakan, pasukan penjaga perdamaian PBB dan militer Lebanon akan menjamin stabilitas garis biru di pertasan negara ini dengan Palestina pendudukan.
Menurut laporan IRIB, Andria Tennenti saat diwawancarai media Lebanon menambahkan, pasukan penjaga perdamaian PBB bersama kubu dan partai negara ini berusaha mencegah setiap tensi di garis biru wilayah Meiss Ej Jabal di Lebanon selatan.
Garis giru (Blue Line) menentukan perbatasan Lebanon dan Palestina pendudukan. Garis biru ini dibentuk oleh PBB setelah mundurnya rezim Zionis Israel tahun 2000 dan berakhirnya pendudukan 22 tahun wilayah Lebanon selatan.
Israel sejak 14 Desember lalu melancarkan operai penghancuran tunel yang mereka klaim dibangun Hizbullah Lebanon. Bersamaan dengan itu, komando militer Lebanon mengkonfirmasikan kesiapan militer negara ini untuk menghadapi setiap pergerakan Israel di perbatasan selatan.
Seraya mengisyaratkan hubungan penuh Komandan UNIFIL Mayjen. Stefano Del Col dengan seluruh pihak untuk mencegah kesalahpahaman, Tennenti mengungkapkan dirinya mengawasi dari dekat implementasi resolusi 1701 PBB.
Resolusi 1701 Dewan Keamanan yang dirilis setelah berakhirnya perang 33 hari Israel dan Lebanon tahun 2006 dan kemudian diratifikasi, melarang Israel melakukan aksi-aksi anti Lebanon, namun Tel Aviv tidak mengindahkan resolusi tersebut dan senantiasa melanggar zona udara, darat dan laut Lebanon. (MF)