Mengungkap Tujuan Kunjungan Bin Salman ke Cina
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i67810-mengungkap_tujuan_kunjungan_bin_salman_ke_cina
Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman setelah melawat Pakistan dan India, melanjutkan tur Asianya ke Cina selama dua hari dan bertemu dengan pejabat tinggi negara itu.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Feb 24, 2019 17:31 Asia/Jakarta
  • Mohammed bin Salman dan Xi Jinping
    Mohammed bin Salman dan Xi Jinping

Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman setelah melawat Pakistan dan India, melanjutkan tur Asianya ke Cina selama dua hari dan bertemu dengan pejabat tinggi negara itu.

Kunjungan Mohammed bin Salman ke Cina merupakan kunjungan resmi pertama putra mahkota Saudi ke negara itu. Sebelumnya Raja Saudi, Salman bin Abduaziz sempat berkunjung ke Cina.

Salah seorang akademisi Rusia mengatakan, dengan memperhatikan bahwa Raja Saudi juga pernah melakukan kunjungan ke Cina pada tahun 2017, lawatan Mohammad bin Salman kali ini ke Beijing juga menggambarkan kebijakan luar negeri Saudi yang mulai terlihat condong ke Timur.

Secara umum dapat dikatakan lawatan Putra Mahkota Saudi ke Cina diduga membidik target ekonomi dan politik sekaligus.

Dari sisi ekonomi, Cina adalah sebuah kekuatan ekonomi dunia dan memainkan peran determinan dalam perekonomian global. 

Kenyataannya, sekalipun Cina memiliki hak veto di Dewan Keamanan PBB dan merupakan kekuatan unggul militer dunia, namun peran militer negara ini di level dunia sangat dipengaruhi oleh kekuatan ekonomi.

Dalam kunjungan Mohammed bin Salman ke Cina, target ekonomi tampak lebih kentara dibanding target lainnya. Saudi adalah produsen terbesar minyak dunia, di sisi lain Cina adalah konsumen terbesar minyak Saudi.

Maka dalam lawatannya ke Beijing, Putra Mahkota Saudi sengaja membawa jajaran staf direksi perusahaan minyak nasional negara itu, Aramco.

Bin Salman dalam kunjungan ini selain berusaha membuka kesempatan penambahan volume ekspor minyak ke Cina, juga berjanji menanamkan investasi dan menarik dukungan politik dari pemerintah Beijng.

delegasi Saudi dan Cina

Tidak bisa dipungkiri, tampak jelas perbedaan mencolok pandangan ekonomi Bin Salman terhadap Pakistan daripada ke  India dan Cina.

Perbedaan tajam itu adalah pandangan ekonomi Bin Salman ke Pakistan lebih didominasi oleh bobot bantuan dan pengaruh Riyadh di Islamabad, sementara Cina, begitu juga India sampai tingkat tertentu, lebih membawa muatan investasi dan untuk menarik dukungan politik.

Dari sisi politik, Putra Mahkota Saudi memahami dengan baik bahwa Cina termasuk salah satu negara yang memiliki hubungan ekonomi dan poliitk yang baik dengan Republik Islam Iran.

Meskipun dalam kunjungan Mohammed bin Salman ke Cina, target anti-Iran tidak dibuka secara transparan, namun substansi lawatan ini dan tujuan ekonomi Riyadh, dapat diduga ada di balik lawatan tersebut.

Namun di sisi lain pemerintah Cina jauh-jauh hari sebelum kunjungan Bin Salman ke negara itu telah menyampaikan pesan tidak langsung bahwa target anti-Iran tidak akan pernah mendapat tanggapan Beijing, pasalnya hubungan Cina dengan Iran adalah hubungan srategis.

Penasihat pemerintah Cina, Wang Yi dua hari sebelum lawatan Putra Mahkota Saudi ke Beijing, saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, saya ingin memanfaatkan momen ini dan memperdalam hubungan dengan sahabat lama saya serta memperkuat kepercayaan strategis negara kita, dan saya menjamin kita sudah meraih kemajuan baru dalam kerja sama timbal balik ini.

Akan tetapi, poin akhir adalah berhasil atau tidaknya lawatan Asia, Mohammed bin Salman tergantung dari reaksi Barat, karena harus dilihat apakah Barat terutama negara-negara Eropa dengan tujuan mencegah Saudi dekat ke Cina dan India, berhasil menurunkan ketegangan yang mendera Putra Mahkota Saudi sejak beberapa bulan terakhir ini atau tidak. (HS)