Peringatan Rusia kepada Turki soal Idlib
-
Militer Suriah di kota Khan Sheikhun.
Rusia terlibat dalam perang menumpas teroris di Suriah sejak September 2015 dan menggelar banyak operasi militer di negara itu. Kehadiran ini terjadi atas undangan resmi pemerintah Damaskus.
Para teroris sekarang berkumpul di benteng terakhirnya yaitu Provinsi Idlib, barat laut Suriah dan karena melanggar gencatan senjata, militer Suriah akhirnya melancarkan serangan besar-besaran untuk menumpas mereka.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, Moskow terus memantau situasi di zona de-eskalasi konflik Idlib dan pasukan Rusia ditempatkan di daerah tersebut.
"Militer Rusia dan Turki selalu membangun kontak untuk membahas perkembangan situasi di Idlib," tambahnya.
Dia memperingatkan bahwa jika para teroris melanjutkan tindakan provokasi, Rusia akan mengambil tindakan demi mempertahankan stabilitas di Idlib.
Kemenangan besar militer Suriah di Provinsi Idlib mengundang kekhawatiran Ankara, dan Kementerian Pertahanan Turki telah memberikan peringatan kepada Rusia mengenai perkembangan tersebut.
Pasukan tank Turki melepaskan tembakan ke arah militer Suriah di Provinsi Idlib, dan tindakan ini memicu reaksi dari Rusia.
"Situasi rumit saat ini berhubungan dengan fakta bahwa teroris tidak ingin menghentikan aksinya menyerang target tertentu di berbagai daerah Suriah, termasuk pangkalan militer Rusia dan posisi militer Turki," ungkap Lavrov.
Turki tetap mendukung kelompok-kelompok teroris di Idlib, meskipun telah membuat komitmen untuk melucuti mereka. Dalam hal ini, menlu Rusia mengeluarkan peringatan terbuka kepada Turki.
"Demi menghentikan pelanggaran gencatan senjata oleh para teroris, kami memberitahu rekan-rekan kami di Turki bahwa jika teroris melanjutkan tindakan provokasi di daerah itu, kami akan menunjukkan respon keras. Sepanjang tahun ini, provokasi ini belum berhenti," ujar Lavrov.
Pasukan Suriah baru-baru ini mencatat kesuksesan baru termasuk membebaskan kota strategis Khan Sheikhun di selatan Idlib. Militer Turki tidak menerima hal ini dan langsung mengirim pasukan tank untuk membantu teroris.
Pemerintah Suriah memprotes keras tindakan Turki itu. Kementerian Luar Negeri Suriah menyatakan Turki bertanggung jawab penuh atas dampak pelanggaran nyata terhadap kedaulatan nasional dan wilayah teritorial Suriah.
Sebuah sumber resmi di Kemenlu Suriah mengatakan bahwa kendaraan pengangkut amunisi milik militer Turki telah bergerak ke distrik Khan Sheikhun untuk membantu teroris Front al-Nusra yang kalah.
Seorang pengamat politik, Akil Mahfud mengatakan, "Militer Suriah melakukan koordinasi penuh dengan Rusia untuk membebaskan daerah-daerah yang diduduki teroris di Idlib. Namun, Turki dan AS menciptakan hambatan dan kedua negara sedang mengejar kepentingan mereka di sana."
Dengan memperhatikan situasi saat ini, Rusia sepertinya akan memperkuat kerja sama dengan militer Suriah untuk membebaskan semua daerah di Idlib, dan juga memperingatkan Turki tentang aksinya mendukung para teroris di wilayah itu. (RM)