4 Indikator Strategi Hizbullah Lawan Israel Menurut Nasrullah
Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayid Hassan Nasrullah, malam lalu dalam pidatonya menyambut awal bulan Muharam, kembali menegaskan bahwa serangan rezim Zionis Israel akan mendapat balasan tegas.
Ini adalah reaksi kedua Sekjen Hizbullah atas serangan militer terbaru Israel ke poros perlawanan kawasan termasuk ke Lebanon. Reaksi Sayid Hassan Nasrullah memiliki sejumlah indikator yang jelas dan strategis.
Indikator pertama, sengaja membiarkan Israel untuk menunggu. Sayid Hassan Nasrullah dalam pidatonya mengumumkan balasan atas kejahatan Israel, sehingga memaksa rezim itu menyiagakan pasukannya di perbatasan Lebanon, dan menanti balasan Hizbullah.
Surat kabar Zionis, Yedioth Ahronoth menulis, Israel membatalkan seluruh izin keluar bagi personel militernya di unit-unit komando utara, dan mencabut izin keluar kendaraan militer dari kamp-kamp utara dekat perbatasan Leanon. Selain itu izin cuti seluruh pasukan di front utara juga sudah dibatalkan.
Para pengamat politik menyebut strategi yang diterapkan Hizbullah itu sebagai "penantian mematikan".
Indikator kedua, ketegasan. Dalam peringatan yang disampaikan Sayid Hassan Nasrullah kepada Israel, ketegasan merupakan salah satu indikator penting. Pidato Sekjen Hizbullah malam lalu dibandingkan pidato sebelumnya, menyampaikan pesan ketegasan yang lebih besar.
Pesan itu terkandung dalam pernyataan ini, balasan kelompok perlawanan kali ini tidak akan seperti operasi-operasi sebelumnya yang terbatas pada wilayah pertanian Sheeba, tapi mungkin saja dilakukan dari wilayah manapun di Lebanon.
Di bagian lain pidatonya, Sekjen Hizbullah menegaskan, balasan terhadap agersi militer Israel adalah hal pasti, dan kami tidak akan memberi toleransi dalam masalah ini.
Indikator ketiga, balasan yang mengejutkan. Sekjen Hizbullah bukan hanya tidak menyebutkan waktu pasti balasan terhadap serangan Israel, ia bahkan mengumumkan lokasi penyerangan dapat dilakukan dari wilayah Lebanon mana saja.
Kemungkinan serangan mengejutkan semakin membuat Israel ketakutan, karena rezim ini dalam perang 33 hari tahun 2006 menelan kekalahan telak akibat serangan-serangan mengejutkan Hizbullah.
Sayid Hassan Nasrullah mengatakan, tidak ada alasan untuk mengungkap dan menjelaskan detail balasan Hizbullah atas agresi militer Israel, tapi bagi kami sangat penting agar musuh tetap berada dalam ketidakpastian dan kebingungan.
Indikator keempat, pencerahan. Sekjen Hizbullah dari satu sisi membantah propaganda Israel termasuk soal kepemilikan Hizbullah atas sebuah pabrik pembuatan rudal pelacak, di sisi lain ia menyampaikan kepada Zionis bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dengan propaganda dan kebohongan, sedang mengejar target pemilu tanggal 17 September 2019 mendatang.
Lebih dari itu, Sayid Hassan Nasrullah menekankan masalah ini bahwa meskipun Hizbullah tidak punya pabrik pembuatan rudal pelacak, namun punya semua rudal yang dibutuhkannya. Reaksi tegas Sayid Hassan Nasrullah terbukti telah membuat Israel semakin kebingungan sekarang. (HS)