Hizbullah: Bin Salman Jangan Banyak Komentar, Buktikan !
-
Syeikh Naim Qassem
Wakil Sekjen Hizbullah Lebanon mengatakan bahwa dialog Iran dan Arab Saudi mungkin dilakukan, dan pada saat yang sama ia menyebut perilaku Saudi dan Uni Emirat Arab di Yaman, destruktif.
Sehubungan dengan klaim Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman tentang upaya diplomatik sebagai prioritas Riyadh dalam menghadapi Iran, Syeikh Naim Qassem menerangkan, statemen semacam ini tidak cukup menjadi solusi masalah regional, diperlukan langkah nyata, tidak sekedar komentar.
Fars News (2/10/2019) melaporkan, Syeikh Naim Qassem menuturkan, segala bentuk pengumuman perang terhadap Iran akan berdampak pada seluruh kawasan.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi Al Jazeera, Rabu (2/10) malam, Wakil Sekjen Hizbullah menjelaskan, kami percaya serangan ke Iran tidak akan terbatas pada lokasi tertentu, tapi seluruh kawasan akan terdampak.
Menurut Syeikh Naim Qassem, Saudi dan Emirat adalah pendukung rezim Zionis Israel di kawasan Asia Barat, dan menurutnya kedua negara itu melayani Amerika dan Israel.
Sekjen Hizbullah juga menyinggung upaya Saudi dan Amerika untuk menyerang Iran. Saudi, katanya, berpikir bisa memanfaatkan Amerika dalam melawan Iran, tapi realitasnya bertolak belakang.
Ia menambahkan, Saudi dalam masalah Palestina mendukung proyek Amerika, Kesepakatan Abad dan menjadikan dirinya sebagai alat Washington untuk menyerang Iran.
Syeikh Naim Qassem menegaskan, kami meyakini, jika Iran dan Saudi duduk bersama untuk membahas keamanan kawasan, mereka bisa mencapai kesepakatan.
"Saudilah yang sampai sekarang menolak duduk bersama dengan Iran," pungkasnya. (HS)