Kurdi, Alasan Intervesi Militer Turki dan Amerika di Suriah
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i74510-kurdi_alasan_intervesi_militer_turki_dan_amerika_di_suriah
Sementara tentara Suriah terlibat dalam memerangi kelompok-kelompok teroris di Suriah, Turki menyerang Efrat timur dengan lampu hijau Amerika Serikat dan menyerang daerah Tell al-Tawil di timur laut provinsi al-Hasakah yang berada di perbatasan. Daerah itu berisi salah satu pangkalan Pasukan Demokratis Suriah yang disebut SDF atau QSD.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Okt 08, 2019 21:00 Asia/Jakarta
  • Serangan Turki ke Suriah Utara
    Serangan Turki ke Suriah Utara

Sementara tentara Suriah terlibat dalam memerangi kelompok-kelompok teroris di Suriah, Turki menyerang Efrat timur dengan lampu hijau Amerika Serikat dan menyerang daerah Tell al-Tawil di timur laut provinsi al-Hasakah yang berada di perbatasan. Daerah itu berisi salah satu pangkalan Pasukan Demokratis Suriah yang disebut SDF atau QSD.

Tentara Suriah dan sekutunya meluncurkan Operasi Pembebasan Idlib pada Mei 2019 dari pendudukan kelompok-kelompok teroris, yang juga telah meraih kemenangan signifikan. Operasi itu dimulai meskipun ada penolakan Turki dan aksi destruktif Barat, terutama Amerika Serikat.

Pasukan Demokratis Suriah 

Lima bulan setelah operasi pembebasan Idlib, Turki sekarang berusaha untuk menyerang Efrat timur dengan dalih yang selalu ada, memerangi kelompok-kelompok teroris Kurdi. Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki hari Ahad, 6 Oktober, mengkonfirmasikan segera dimulainya operasi militer di Suriah utara terhadap Kurdi, sementara pada saat yang sama, militer AS menarik beberapa pangkalannya di Suriah utara untuk mempersiapkan invasi Turki.

Situs The National Interest dalam analisa Michael Rubin menulis, "Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki kembali mengancam akan menyerang Suriah Utara dan Donald Trump memberi lampu hijauh bagi pelaksanaan operasi ini kepada Erdogan."

Suku Kurdi di Suriah tinggal di tiga daerah, Jazira, Kobani dan Afrin yang ketiganya di sebut sebagai tiga kanton. Ketiga daerah ini berada di dekat perbatasan Suriah dengan Turki. Selama sembilan tahun terakhir, Barat, terutama Amerika Serikat, dengan janji akan memberikan kemerdekaan bagi daerah pemukiman Kurdi Suriah ini berusaha membawa kelompok-kelompok Kurdi ke dalam perang melawan sistem Suriah, tetapi sebagian besar kelompok Kurdi telah fokus memerangi terorisme dan menolak untuk menghadapi sistem Suriah.

Masalah ini bersamaan dengan cara pandang Turki yang mengancam warga Turki menyebabkan ankara dengan dukungan Barat selalu berusaha menyerang kawasan utara Suriah. Sekarang Turki telah membuat jalur penyeberangan di perbatasannya dengan Suriah yang bertujuan mengeluarkan penduduk Idlib dan mencegah teroris menggunakan Idlib sebagai perisai manusia sebagai alasan untuk menyerang Suriah.

Namun, Kementerian Pertahanan Turki mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa untuk menjaga stabilitas dan perdamaian harus diciptakan zona aman dan jalur penyeberangan perdamaian agar warga Suriah dapat hidup dalam lingkungan yang aman. Recep Tayyip Erdogan juga mengungkapkan serangan itu sebagai "tangkai zaitun" (simbol perdamaian) di wilayah tersebut.

Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki

Faktanya adalah bahwa Turki, dengan dukungan AS, berusaha untuk membentuk zona aman di Suriah utara di satu sisi, masalah yang telah dikejar dalam beberapa tahun terakhir, dan di sisi lain, mencoba bergerak mengubah komposisi populasi Suriah utara, yang mayoritas Kurdi. Etnis Kurdi membentuk sekitar tiga juta dari populasi Suriah, yang umumnya tinggal di daerah perbatasan dengan Turki dan beraktivitas dalam kerangka sistem pemerintah Suriah. Kemungkinan langkah Turki untuk menyerang Suriah utara dapat mengganggu operasi untuk membebaskan Idlib dari pendudukan teroris, masalah yang juga diinginkan AS.