Transformasi Timur Tengah 2 November 2019
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i75233-transformasi_timur_tengah_2_november_2019
Transformasi Timur Tengah sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai gencatan senjata di timur laut Suriah antara AS dan Turki yang tidak melibatkan sama sekali pihak Suriah.
(last modified 2025-12-14T09:52:47+00:00 )
Nov 02, 2019 17:04 Asia/Jakarta
  • Wapres AS, Mike Pence dan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan
    Wapres AS, Mike Pence dan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan

Transformasi Timur Tengah sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai gencatan senjata di timur laut Suriah antara AS dan Turki yang tidak melibatkan sama sekali pihak Suriah.

Isu lainnya mengenai seruan kementerian pertahanan Suriah kepada milisi Kurdi untuk bergabung dengan militer negara ini menghadapi invasi militer Turki, dan penduduk Hasakah menyambut kedatangan pasukan Suriah.

Selain itu, pernyataan juru bicara Hamas bahwa persatuan nasional sebagai kunci kemenangan Palestina, gerakan perlawanan Palestina menghujani Israel dengan rudal sebagai aksi balasan, pernyataan Netanyahu bahwa menghadapi Iran, Israel tak Bisa Berharap kepada AS, dan ScanEagle AS ditembak jatuh militer Yaman di selatan Saudi.

 

Gencatan Senjata di Timur Laut Suriah

Amerika Serikat dan Turki menyetujui gencatan senjata selama lima hari di wilayah timur laut Suriah setelah negosiasi antara Wakil Presiden AS Mike Pence dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Dalam negosiasi yang berlangsung selama hampir lima jam tersebut disepakati bahwa milisi Kurdi Suriah harus mundur dari perbatasan sejauh 32 kilometer.

Kesepakatan tercapai setelah perundingan antara Erdogan dan Pence di Ankara pada Kamis, 17 Oktober 2019.

Pence memuji perjanjian itu sebagai kemenangan diplomatik bagi Presiden AS Donald Trump dan menyebutnya sebagai solusi yang akan menyelamatkan banyak nyawa.

Usai kesepakatan tersebut, Trump memuji Erdogan dan mengatakan, saya sangat menghargai apa yang telah dilakukan Turki dan mereka melakukan hal yang benar dan saya sangat menghormati presiden.

Trump juga memuji militer Turki, dengan mengatakan Turki memiliki kekuatan militer yang besar.

Militer Turki meluncurkan serangan militer besar-besaran ke timur laut Suriah sejak Rabu, 9 Oktober 2019 dengan sandi "Peace Spring".

Pemerintah Suriah telah mengecam serangan tersebut dan menuntut Ankara untuk menghentikannya.

 

Pasukan Suriah

Lawan Turki, Militer Suriah Gandeng Milisi Kurdi

Kementerian Pertahanan Suriah menyerukan supaya milisi Kurdi, Pasukan Demokrat Suriah bergabung dengan militer Suriah dalam melawan agresi Turki.

Kementerian pertahanan Suriah hari Kamis (31/10) menyatakan, komando Umum angkatan bersenjata yang telah mengambil alih sebagian besar di wilayah Suriah, menyerukan semua elemen nasional, termasuk Kurdi untuk bergabung dengan militer negara ini.

"Suriah harus bersatu dan bertarung dengan musuh untuk membebaskan wilayah-wilayah pendudukan yang masih tersisa," tegas pernyataan resmi yang dikeluarkan pusat komando militer Suriah.

Milisi Kurdi telah mengumumkan kesiapan mereka untuk bergabung dengan tentara Suriah, tetapi dalam praktiknya memberikan syarat untuk melakukannya.

Turki melancarkan operasi militer  di wilayah utara Suriah pada 17 Oktober dengan lampu hijau AS dan berdalih untuk mendorong milisi Kurdi Suriah keluar dari wilayah perbatasan Suriah di Raqqa dan Hasakah.

Sepekan setelah serangan dimulai, terjadi perjanjian gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Turki yang menyebabkan penghentian sementara agresi militer tersebut.

Penduduk Hasakah Sambut Kedatangan Militer Suriah

Penduduk kota Hasakah tumpah ruah ke jalanan setelah mendengar pasukan pemerintah Suriah bergerak ke arah utara untuk menghadapi agresi militer Turki.

Menurut SANA, Minggu malam, 13 Oktober 2019, begitu mendengar berita pergerakan tentara Suriah, warga Hasakah turun ke jalan-jalan kota dengan kendaraan mereka. Warga membunyikan klakson mobil sebagai tanda sukacita dan terima kasih atas kedatangan tentara pemerintah.

Pasukan Suriah dikerahkan untuk menghadapi invasi Turki di kawasan Hasakah dan Raqqa. Pasukan Turki hingga kini membunuh sejumlah warga sipil dan menduduki sejumlah daerah dan menghancurkan infrastrukturnya.

Pasukan Turki memulai invasi militer ke Suriah timur laut sejak tanggal 9 Oktober 2019. Agresi militer ini telah menimbulkan beragam persoalan termasuk semakin rumitnya kondisi saat ini di Suriah.

Meski awalnya telah diperingatkan masyarakat internasional, namun peringatan itu tidak membuat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengurungkan niatnya untuk memulai "Operation Peace Spring" dengan alasan menumpas milisi Kurdi Suriah.

Pemerintah Suriah mengecam keras serangan Turki ke wilayahnya. Militer Suriah menyatakan siap untuk menghadapi segala tindakan yang merongrong kedaulatan negara mereka.

 

Hamas: Persatuan Nasional, Kunci Kemenangan Palestina !

Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas menekankan urgensi persatuan nasional, dan menyebutnya sebagai kunci kemenangan menghadapi tantangan yang dihadapi Palestina saat ini.

Juru bicara Hamas Hazem Qassem mengatakan gerakan Hamas telah mengambil sikap yang sangat positif dan fleksibel dalam masalah internal Palestina demi mencapai konsensus nasional.

"Meskipun Hamas memenangkan suara mayoritas di tingkat legislatif, tapi melepaskan haknya untuk menjalankan pemerintahan, dan pada 2017 membubarkan komite administrasi, menyerahkan pengelolaan gerbang penyeberangan dan melanjutkan pendekatan positif terhadap masalah ini," ujar Qassem Kamis (31/10). Dia juga menekankan bahwa dialog sebagai satu-satunya cara untuk mencapai konsensus nasional Palestina.

 

 

Rudal Palestina hujani rezim Zionis 

Balas Serangan, Perlawanan Palestina Hujani Israel dengan Rudal

Kelompok perlawanan Palestina di Jalur Gaza membalas serangan rezim Zionis Israel hari Kamis (31/10/2019) ke wilayah itu dengan meluncurkan rudal.

Fars News (2/11/2019) melaporkan, media Israel, Jumat (1/11) mengabarkan berbunyinya sirene tanda bahaya di wilayah pendudukan.

Stasiun televisi Al Mayadeen memberitakan, kelompok-kelompok perlawanan Palestina di Jalur Gaza menembakkan sejumlah rudal ke pemukiman Zionis di sekitar Gaza.

Mengutip media Israel, Al Mayadeen mengatakan, lebih dari 10 rudal ditembakkan dari Gaza ke beberapa distrik Zionis.

Tayangan video di media sosial menunjukkan Kubah Besi Israel dioperasikan dan berusaha menangkis rudal-rudal perlawanan Palestina.

Surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth menyebut rudal yang ditembakkan dari Gaza itu berjumlah 10 unit, dan diarahkan ke distrik Sderot. Pada saat yang bersamaan, drone Israel terbang di langit Gaza.

 

Benyamin Netanyahu

Netanyahu: Hadapi Iran, Israel tak Bisa Berharap pada AS

Perdana Menteri rezim Zionis Israel percaya hingga satu tahun ke dapan, Tel Aviv tidak boleh berharap Amerika Serikat akan melakukan tindakan menyerang Iran, dan dalam rentang waktu itu, Israel sendirian.

Fars News (1/11/2019) melaporkan, kecemasan berkelanjutan yang dirasakan Israel atas kekuatan Iran di kawasan, membuat Tel Aviv memperingatkan sikap Amerika terhadap Tehran.

 Kanal 13 televisi Israel mengabarkan, PM Israel, Benjamin Netanyahu baru-baru ini kepada kabinetnya mengatakan, kita tidak boleh berharap pada Amerika, minimal untuk satu tahun ke depan, pasalnya Washington tidak pernah melakukan langkah serius terhadap Iran.

 Ini adalah kali pertama Netanyahu menyampaikan secara terbuka ketidakpuasannya terhadap Amerika dalam menghadapi Iran.

 "Keberanian Iran di kawasan terus bertambah, dan karena tidak ada reaksi apapun, maka negara itu semakin kuat," ungkap Netanyahu.

Sebagaimana dilansir Times of Israel, ketidakpuasan Netanyahu tampak jelas dalam beberapa minggu terakhir di setiap rapat tertutup kabinetnya.

PM Israel memerintahkan kabinetnya minimal hingga November 2019, untuk tidak berharap pada Amerika dalam menindak Iran, dan selama itu pula Tel Aviv sendirian menghadapi Iran.

 

scaneagle

ScanEagle AS Ditembak Jatuh Militer Yaman di Selatan Saudi

Juru bicara angkatan bersenjata Yaman mengumumkan, sebuah pesawat nirawak mata-mata Amerika Serikat ditembak jatuh di dekat Provinsi Asir, Arab Saudi.

Brigjen Yahya Saree, Jumat (1/11/2019) di laman Twitternya menulis, pasukan Yaman, hari Jumat (1/11) berhasil menembak jatuh sebuah drone mata-mata Amerika, ScanEagle di dekat Provinsi Asir, selatan Saudi.

 Menurut keterangan Jubir militer Yaman, drone Amerika ini ditembak jatuh saat melakukan aksi spionase di wilayah perbatasan Yaman-Saudi.

 Malam lalu Brigjen Yahya Saree juga mengabarkan penembakan terhadap sebuah pesawat mata-mata koalisi Saudi di barat Yaman.(PH)