Kunjungan Senyap Petinggi AS ke Irak
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i77019-kunjungan_senyap_petinggi_as_ke_irak
Amerika Serikat sejak melakukan invasi ke Irak pada tahun 2003, selalu mencari cara untuk mempertahankan pangkalannya di negara itu dan mencampuri urusan internal Irak.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 29, 2019 17:09 Asia/Jakarta
  • Pangkalan Ayn al-Asad di Provinsi al-Anbar, Irak.
    Pangkalan Ayn al-Asad di Provinsi al-Anbar, Irak.

Amerika Serikat sejak melakukan invasi ke Irak pada tahun 2003, selalu mencari cara untuk mempertahankan pangkalannya di negara itu dan mencampuri urusan internal Irak.

Pendekatan AS ini ditentang oleh rakyat dan kubu-kubu politik di Irak. Mereka berulang kali mendesak penarikan pasukan AS dari Irak, tetapi Washington tetap bersikeras untuk tetap bercokol di negara Arab itu.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompe dalam sebuah kunjungan mendadak ke Irak pada Sabtu (28/12/2019) malam, bertemu dengan para komandan militer AS di pangkalan Ayn al-Asad di Provinsi al-Anbar.

Sebuah sumber di Kementerian Pertahanan Irak mengatakan, Pompeo melakukan kunjungan sangat singkat ke pangkalan Ayn al-Asad, tempat pasukan AS bermarkas. Menurutnya, dia mengadakan pertemuan dengan para komandan militer AS di sana, tetapi tidak diketahui apa yang mereka bicarakan.

Pejabat dan partai-partai politik di Baghdad sudah sering mengkritik kunjungan senyap para petinggi Amerika ke Irak. Cara seperti ini dianggap tidak menghormati negara tuan rumah dan mencerminkan sikap arogan pemerintahan Trump.

Menlu AS Mike Pompeo.

Kunjungan Pompeo terjadi satu hari setelah sejumlah roket menghantam pangkalan militer AS, K1 di dekat kota Kirkuk di utara Irak. Menurut Washington, serangan itu menewaskan seorang kontraktor militer Amerika dan menciderai beberapa lainnya.

AS mempertahankan sekitar 5.000 tentaranya di sejumlah pangkalan militer di Irak seperti, pangkalan Ayn al-Asad.

Kedatangan Pompeo tampaknya ada hubungan langsung dengan serangan ke pangkalan K1. AS selalu menuding kelompok Hashd al-Shaabi bersama Iran, mengobarkan sentimen-Amerika di Irak. Washington berusaha mengaitkan setiap serangan ke pasukan AS di Irak kepada Hashd al-Shaabi.

Pemerintah AS juga sedang mencoba mengurangi kedekatan Baghdad dengan Tehran, dan berusaha mendorong perusahaan-perusahaan Iran keluar dari sektor bisnis di Irak.

Upaya ini ditentang oleh para pejabat dan ulama Irak, termasuk Ketua Persatuan Ulama Provinsi Diyala, Jabbar al-Ma'amouri. Dia mengatakan AS memberikan banyak tekanan kepada pemerintah Irak agar menutup gerbang perbatasan Mandali dengan Iran.

"Washington mengetahui pentingnya gerbang perbatasan Mandali bagi pengembangan hubungan ekonomi dan perdagangan untuk kedua negara," tambahnya.

Menurut al-Ma'amouri, AS berusaha mengganggu setiap kegiatan ekonomi antara Irak dan Iran sehingga kedua pihak dirugikan.

Wakil Presiden AS Mike Pence dalam kunjungannya ke Irak pada November 2019, menyuarakan keprihatinan atas pengaruh negara tetangga di Irak.

Oleh karena itu, AS akan melakukan berbagai cara untuk merusak kedekatan Irak dengan tetangganya, Iran. (RM)