Suriah Membantah Laporan tentang Penghapusan Sanksi AS
-
Ilustrasi ladang minyak Suriah.
Menteri Perminyakan dan Pertambangan Suriah, Ali Ghanem membantah laporan bahwa Amerika Serikat telah mencabut sanksi terhadap Suriah.
Ghanem dalam wawancara dengan Syrian News Channel, Kamis (23/4/2020) malam, mengatakan isu pencabutan sanksi AS hanyalah sebuah propaganda media, Suriah masih menghadapi kendala dengan pasokan minyak dan sanksi tetap berlanjut.
Dia mencatat bahwa sanksi dan embargo ekonomi membuat harga minyak di Suriah lebih tinggi daripada dunia.
"Kebutuhan minyak Suriah dipasok melalui negara-negara sahabat, tetapi mereka juga telah dikenai sanksi," ujar Ghanem.
"Dalam sebuah tindakan anti-kemanusiaan setelah pecahnya perang di Suriah pada 2011, AS menjatuhkan sanksi terhadap industri petrokimia negara ini," ungkapnya. (RM)