Militer Lebanon Berlakukan Kondisi Darurat Dua Pekan
-
Angkatan bersenjata Lebanon
Angkatan Bersenjata Lebanon mengeluarkan pernyataan pertamanya dengan mengumumkan keadaan darurat selama dua pekan di Beirut menyusul ledakan mengerikan kemarin.
Militer Lebanon menyatakan belasungkawa kepada keluarga para korban ledakan Beirut dan meminta warga Lebanon untuk mengosongkan daerah itu sehingga operasi pertolongan dan penyelamatan dapat dilakukan dengan mudah.
Tentara Lebanon juga memperingatkan media nasional dan asing tentang penggunaan drone di Beirut yang berpotensi mengganggu helikopter operasional yang bekerja untuk memadamkan api dan memberikan bantuan.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Lebanon Mohammed al-Fahmi menekankan tidak perlu adanya penyelidikan internasional terhadap ledakan Beirut, dan menegaskan bahwa hasil penyelidikan akan diumumkan kepada publik.
Kementerian kesehatan Lebanon menyatakan setidaknya 135 orang tewas dan lebih dari 5.000 orang terluka dalam ledakan sebuah gudang di pelabuhan Beirut hari Selasa.(PH)