Deplu Arab Saudi Tuding Hizbullah Kobarkan Instabilitas di Lebanon
-
ICJ dan proses berkas teror Rafiq Hariri
Di saat Pengadilan Khusus untuk Lebanon (STL) di Den Haag menepis klaim peran Hizbullah di kasus pembunuhan Rafiq Hariri, Departemen Luar Negeri Arab saudi menuding kubu muqawama Lebanon ini menciptakan instabilitas di negara ini.
Menurut laporan IRIB, ketika berdasarkan keputusan STL terkait berkas pembunuhan mantan perdana menteri Lebanon Rafiq Hariri, para pemimpin Suriah dan Hizbullah dinyatakan bebas dari segala bentuk keterlibatan di kasus ini, Deplu Arab Saudi kembali mengulang klaim sebelumnya dan mengklaim, pelaku peneroran Hariri memiliki hubungan dekat dengan Hizbullah dan petinggi Hizbullah harus diadili.
Klaim ini dirilis ketika Arab Saudi setelah bertahun-tahun dari perang Yaman, memaksa sejumlah besar perempuan dan anak-anak di negara ini mengungsi dan menorehkan tragedi kemanusiaan di Yaman.
STL Selasa (18/8/2020) seraya menjelaskan bahwa teror Rafiq Hariri sebuah aksi terorisme dengan motif politik menyatakan, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa pemimpin Hizbullah dan Suriah terlibat di aksi ini.
Selama insiden pemboman 14 Februari 2005 di Beirut yang menewaskan Rafiq Hariri beserta 21 orang lainnya dan kemudian empat orang ditangkap dengan alasan sebagai pelaku aksi tersebut. Akibat insiden ini, PBB memulai penyidikan atas teror Hariri. (MF)