AS Marah Irak Ingin Beli Jet Tempur Su-57 Rusia
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i84742-as_marah_irak_ingin_beli_jet_tempur_su_57_rusia
Keinginan pemerintah Irak untuk membeli jet tempur Su-57 Rusia tidak direstui Amerika Serikat, dan menurut salah satu koran Amerika, jika Irak membeli jet tempur Rusia itu, tidak menutup kemungkinan ia akan kena sanksi Washington.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 29, 2020 12:46 Asia/Jakarta
  • jet tempur Rusia, Su-57
    jet tempur Rusia, Su-57

Keinginan pemerintah Irak untuk membeli jet tempur Su-57 Rusia tidak direstui Amerika Serikat, dan menurut salah satu koran Amerika, jika Irak membeli jet tempur Rusia itu, tidak menutup kemungkinan ia akan kena sanksi Washington.

Fars News (29/8/2020) melaporkan, keinginan pemerintah Irak membeli jet tempur generasi kelima Rusia dari tipe Su-57 memicu kontroversi di tengah penekanan sejumlah tokoh politik Irak terkait kebutuhan Baghdad atas jet tempur pasukan koalisi internasional anti-Daesh.
 
Situs berita Sahaat Al Tahrir mengabarkan kemungkinan munculnya ketegangan baru Irak dan Amerika terkait rencana pembelian jet tempur Rusia. Pemerintah Irak, katanya, pada awal 2010 mengeluarkan dana sekitar 4 miliar dolar untuk membeli armada jet tempur F-16 Amerika, tapi sejumlah laporan menyebutkan sejak Januari 2020, tim pakar F-16 Amerika meninggalkan Irak, dan tim Irak tidak mampu menggunakan dengan baik jet tempur ini.
 
Sementara itu Sputnik melaporkan, Imad Al Zuhairi, inspektur militer Kementerian Pertahanan Irak baru-baru ini mengusulkan pembelian jet tempur Su-57 yang merupakan salah satu jet tempur multifungsi generasi kelima canggih Rusia, dan mengatakan bahwa Irak bermaksud membeli jet tempur ini disamping peralatan tempur lainnya.
 
Imad Al Zuhairi menyampaikan hal ini dalam konferensi industri pertahanan dan militer 2020 di Rusia.
 
“Irak sudah banyak memiliki helikopter-helikopter Rusia seperti M-35, M-28, dan M-17, dan armada helikopter ini menjadi salah satu elemen kekuatan udara Irak, tapi kami juga masih membutuhkan jet-jet tempur baru,” pungkasnya. (HS)