Mengapa Serangan Yaman ke Bandara Abha Saudi Penting?
-
Drone Yaman menyerang bandara Abha saudi
Selama beberapa hari terakhir, tentara Yaman dan komite rakyat Ansarullah telah berulangkali menargetkan Bandara internasional Abha di provinsi Asir, wilayah selatan Arab Saudi.
Serangan terhadap bandara Abha dipandang penting karena berbagai alasan, dilihat dari aspek domestik maupun regional.
Di tingkat domestik Yaman, rangkaian serangan ini menunjukkan kekuatan pertahanan Ansarullah dan sekutunya. Militer Yaman dan komite rakyat Ansarulllah yang masih disibukkan dengan urusan dalam negerinya, berhasil bergerak maju menuju provinsi Marib.
Pada saat yang sama koalisi agresor yang dipimpin Arab Saudi telah menargetkan beberapa pusat budaya Yaman dan pertemuan rakyat dalam beberapa pekan terakhir yang menewaskan sejumlah anak dan wanita tak bersalah. Serangan pesawat nirawak Ansarullah dan militer Yaman terhadap bandara Abha merupakan tanggapan atas berlanjutnya agresi militer Arab Saudi di negaranya.
Alasan lain dari pentingnya serangan Yaman dalam negeri adalah karena serangan itu dilakukan oleh pesawat tak berawak yang dibangun oleh elit militer Yaman sendiri. Faktanya, serangan di Bandara Abha dengan drone Samad 3 menunjukkan kepada Saudi kekuatan asli dan kemampuan teknologi tentara dan Ansarullah.
Sementara itu, di tingkat domestik Saudi, serangan terhadap Abha menunjukkan ketidakmampuan Riyadh menangani serangan drone Yaman, padahal rezim Al Saud telah menghabiskan begitu banyak dananya untuk kepentingan militer dan saat ini tercatat sebagai importir senjata terbesar di dunia. Bahkan anggaran militernya menempati terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Cina.
Selain itu, Abha adalah kota perbatasan yang terletak di provinsi Asir. Asir adalah salah satu dari tiga provinsi yang dipisahkan oleh Arab Saudi dari Yaman sekitar 80 tahun lalu. Hingga kini daerah ini dijaga oleh angkatan bersenjatanya yang ditempatkan di provinsi tersebut. Selain itu, sebagian dari fasilitas minyak Saudi terletak di provinsi Asir. Tentara Yaman dan komite rakyat Yaman mengancam Arab Saudi untuk merebut kembali provinsi Asir yang semula milik Yaman dengan meluncurkan serangan di Bandara Abha.
Lebih dari itu, Bandara Abha juga penting di tingkat regional. Serangan ini menjadi serangan udara pertama di Arab Saudi sejak pesawat Zionis diizinkan terbang di zona udara negara ini. Hassan Hanizadeh, seorang pakar Asia Barat, mengatakan serangan itu membuktikan bahwa langit Saudi tidak akan aman sama sekali, karena respon lemah Saudi dalam mencegat drone Yaman, dan pemberian izin untuk menerbangkan pesawat Israel di zona udaranya. Ancaman serangan udara Yaman tidak hanya menargetkan Arab Saudi, tapi juga Uni Emirat Arab (UEA), dan rezim Zionis.
Dimensi regional lain dari pentingnya serangan di Bandara Abha memberikan pesan kepada Uni Emirat yang bekerja sama dengan rezim Zionis di pulau Socotra, Yaman. Provinsi Asir adalah salah satu tempat yang paling dekat dari Arab Saudi dengan Selat Bab al-Mandeb di Laut Merah, yang memiliki posisi strategis.
UEA berupaya menggandeng rezim Zionis di selatan Yaman, pulau Socotra dan Bab al-Mandeb. padahal masuknya rezim Zionis ke Selat Bab al-Mandeb bertentangan dengan keamanan nasional Yaman. Oleh karena itu, serangan drone terhadap Bandara Abha ini merupakan peringatan serius bagi Arab Saudi, UEA dan Israel tentang konsekuensi dari sepak terjang mereka di Yaman.(PH)