Transformasi Asia Barat, 18 Oktober 2020
-
Knesset
Transformasi Asia Barat sepekan terakhir diwarnai oleh sejumlah isu penting di antaranya mengenai kondisi gaza yang semakin mengkhawatirkan di tengah penyebaran pandemic Covid-19.
Selain itu, Irak tak akan pernah berdamai dengan Israel, Knesset meratitifikasi perjanjian antara Israel dan UEA, UEA akan memerangi terorisme bersama Israel, militer AS membangun pangkalan baru di Suriah dengan menjarah minyak negara Arab ini, dan pertukaran 1056 tahanan Yaman berjalan sukses.

UNRWA: Kondisi Gaza Semakin Mengkhawatirkan
Penyebaran Virus Corona juga telah menimbulkan dampak negatif yang sangat besar pada ekonomi Gaza dan memperburuk mata pencaharian masyarakat.
Menurut Jaringan LSM Palestina, pandemi COVID-19 akan memperburuk krisis kemanusiaan yang telah mencengkeram Gaza selama bertahun-tahun.
Langkah-langkah lockdown (penguncian) untuk menahan COVID-19 memiliki implikasi ekonomi yang serius untuk semua sektor di Gaza. Virus Corona juga telah memicu kemerosotan ekonomi di semua sektor di Gaza.
Pandemi telah menambah tekanan finansial substansial yang sudah dirasakan oleh banyak keluarga yang tinggal di Gaza. 80 persen populasi penduduk di Gaza bergantung pada bantuan internasional yang tidak stabil.
Penduduk Gaza menghadapi beragam persoalan termasuk kurangnya keamanan pangan, sumber daya kebersihan, perawatan kesehatan dan listrik.
Pandemi COVID-19 telah menyebabkan keadaan darurat berskala besar di seluruh Gaza. Virus ini tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga menimbulkan krisis ekonomi.
Menurut para ahli, pandemi Virus Corona telah membuat ekonomi Gaza yang diblokade itu terhenti, dan mendorong lebih banyak warga Palestina ke dalam kemiskinan dan pengangguran.
Badan PBB Urusan Pengungsi Palestina, UNRWA memperingatkan situasi ekonomi di Jalur Gaza yang memburuk karena blokade yang terus berlanjut hingga kini.
Philippe Lazzarini, Komisoner Jeneral UNRWA pada hari Senin (12/10/2020) menyampaikan keprihatinan atas situasi di Jalur Gaza dengan mengatakan bahwa situasi sosial dan ekonomi di Jalur Gaza memburuk, dan masyarakatnya menghadapi banyak masalah dalam penyediaan pangan.
"Dalam situasi rapuh seperti itu, UNRWA harus memiliki anggaran yang dapat diprediksi untuk membantu Jalur Gaza," kata Lazzarini.
"UNRWA berada dalam keadaan krisis, dan masalah ini menjadi ancaman nyata bagi pengungsi Palestina," tegasnya.
Pada Januari 2018, Amerika Serikat memotong anggaran UNRWA sebesar 300 juta dolar dengan tujuan menekan Palestina supaya menerima prakarsa Kesepakatan Abad.
UNRWA telah membantu sekitar enam juta pengungsi Palestina di Tepi Barat, Jalur Gaza, Yordania, Lebanon dan Suriah.
Ammar Hakim: Irak tak akan Pernah Berdamai dengan Israel
Ketua Gerakan Hikmah Nasional Irak mengatakan, Irak tidak akan pernah melakukan perundingan rekonsiliasi dengan rezim Zionis Israel, dan hak rakyat Palestina tidak akan hilang meski waktu berlalu.
Sayid Ammar Hakim hari Sabtu (17/10/2020) menuturkan, penyelesaian masalah Irak tergantung pada solusi berantai yang dimulai dari rantai politik, pasalnya stabilitas politik adalah pintu masuk stabilitas keamanan, dan stabilitas keamanan adalah jalan menuju stabilitas ekonomi, jika hal ini tercapai, maka rakyat Irak akan mencintai negaranya, dan sistem politik yang berlaku di dalamnya.
Ammar Hakim menjelaskan, pemilu mendatang sangat penting, dan para tokoh suku harus mendorong rakyat berpartisipasi dalam pemilu, dan memanfaatkan perubahan yang dilakukan seperti komisioner baru, daerah pemilihan yang ditambah, kandidat yang berporos pada individu berdasarkan perolehan suara terbanyak, orang-orang kompeten untuk tahapan-tahapan pemilu mendatang, dan aturan pemilu yang lebih adil.
Di akhir statemennya Ammar Hakim kembali menyinggung masalah Palestina dan menegaskan, hak rakyat Palestina tidak akan hilang meski waktu berlalu, dan Irak tidak akan pernah menjadi bagian dari kebijakan normaliasi hubungan dengan Israel," pungkasnya.
Knesset Ratifikasi Perjanjian Israel-UEA
Parlemen rezim Zionis, Knesset menyetujui kesepakatan normalisasi hubungan antara rezim Zionis Israel dan UEA.
Parlemen rezim Zionis menyetujui kesepakatan tersebut dengan mayoritas suara.
Uni Emirat Arab dan Israel pada 13 Agustus sepakat untuk sepenuhnya menormalisasi hubungan diplomatik mereka menyusul upaya Presiden AS Donald Trump untuk memfasilitasi normalisasi hubungan antara rezim Arab dan Israel.
Bahrain kemudian bergabung dalam kesepakatan ini, dan kedua negara secara resmi menandatangani perjanjian kompromi dengan rezim Zionis pada 15 September di Gedung Putih.
Upaya UEA dan Bahrain untuk menormalisasi hubungan dengan rezim Zionis menyulut kritik dari Palestina dan dunia Islam.
UEA: Kami akan Memerangi Terorisme Bersama Israel
Seorang pejabat keamanan Uni Emirat Arab mengklaim bahwa negaranya bersama rezim Zionis Israel akan mengerahkan seluruh kemampuan untuk memerangi terorisme di kawasan.
Seorang pejabat keamanan UEA, Jumat (16/10) mengatakan bahwa kesepakatan normalisasi negaranya dengan Israel merupakan sebuah kemenangan di bidang perang melawan ekstremisme di Asia Barat.
Penasihat keamanan pemerintah UEA itu dalam wawancara dengan surat kabar Israel, Jerusalem Post menuturkan, sudah tiba waktunya untuk memperhatikan posisi kunci orang Yahudi, dan Kristen dalam sejarah kawasan, mereka harus menjadi bagian dari masa depan kawasan, dan pengusiran mereka adalah ancaman bagi kita semua.
Ia menambahkan, seluruh fasilitas harus kita gunakan untuk memerangi terorisme. Para teroris itu ada di belakang perbatasan negara kita, mereka ada di semua tempat.
Menurut pejabat UEA itu, negaranya ingin menyampaikan pesan bahwa kawasan sudah cukup menderita, dan semua pembatasan harus dicabut. Es ini harus dicairkan. Jika 20 tahun lalu kita melakukan hal ini, maka ratusan ribu demonstran di kota-kota Arab tidak akan pernah turun ke jalan.
Kenyataannya UEA bersama Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir telah menciptakan krisis kemanusiaan terbesar di Yaman, dan pasukan Israel juga tidak pernah berhenti melakukan kejahatan terhadap rakyat tertindas Palestina.
Jarah Minyak Suriah, Militer AS Bangun Pangkalan Baru
Amerika Serikat dilaporkan sedang membangun sebuah pangkalan baru militer di Provinsi Deir Ezzor dengan tujuan menyelundupkan minyak.
Seperti dikutip media Sputnik, Selasa (13/10/2020), sumber-sumber lokal Suriah mengatakan militer AS sedang membangun sebuah pangkalan baru di daerah padang pasir al-Baghut di Deir Ezzor.
Pembangunan pangkalan baru ini dimulai sejak pekan lalu dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) sebagai sekutu AS, ditempatkan di lokasi pada Senin kemarin untuk menjaga keamanan.
AS sebelum ini membangun tiga pangkalan ilegal di Deir Ezzor dan daerah di sekitar ladang minyak di provinsi tersebut.
Pemerintah Damaskus berulang kali menegaskan bahwa tindakan AS dan sekutunya di Suriah adalah sebuah pendudukan.
ICRC: Pertukaran 1056 Tahanan Yaman, Sukses
Komite Palang Merah Internasional, ICRC mengumumkan, proses pertukaran tahanan yang dilakukan selama dua hari berhasil membebaskan 1056 tahanan dari kedua belah pihak bertikai dalam perang Yaman.
ICRC, Jumat (16/10) di akun resminya mengabarkan keberhasilan proses pertukaran tahanan di Yaman.
Divisi Hubungan Luar Negeri ICRC di akun Twitternya menulis, dalam proses pertukaran tahanan ini, 1056 orang berhasil dibebaskan, dan dalam hal ini palang merah Arab Saudi dan Yaman turut bekerjasama.
ICRC mengaku gembira dengan pertukaran tahanan ini, dan berharap peristiwa ini akan menjadi awal pembebasan sandera yang lebih besar.
Tahap kedua pertukaran tahanan yang dilakukan hari ini, Jumat (16/10) meliputi pembebasan 200 tahanan pasukan pemerintah Yaman, dan 150 tahanan pemerintah Abdrabbuh Mansour Hadi. Tahap pertama pertukaran tahanan ini dilakukan hari Kamis (15/10).(PH)