Pidato Sekjen Hizbullah: Dari Kerusuhan di AS hingga Ledakan di Beirut
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i89207-pidato_sekjen_hizbullah_dari_kerusuhan_di_as_hingga_ledakan_di_beirut
Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayid Hassan Nasrullah kembali menyampaikan pidato menyikapi transformasi terbaru di tingkat regional dan global.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jan 09, 2021 20:27 Asia/Jakarta

Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayid Hassan Nasrullah kembali menyampaikan pidato menyikapi transformasi terbaru di tingkat regional dan global.

Pidato Sayid Nasrullah Jumat malam menyoroti berbagai peristiwa penting di dunia, terutama yang menimpa Amerika Serikat baru-baru ini. Sebagaimana pandangan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Khamenei; Sekjen Hizbullah meyakini insiden Rabu lalu di Kongres AS adalah peristiwa serupa yang juga dirancang AS untuk negara lain, termasuk Iran dan Lebanon, tetapi kali ini di bawah bayang-bayang presiden seperti Donald Trump. Perbedaannya, Amerika Serikat menggunakan dinamika internal negara-negara yang tidak sejalan dengan kebijakan Washington demi menggulingkan pemerintahnya, tetapi sebaliknya tidak ada negara yang mencampuri urusan internal Amerika Serikat.

Sayid Nasrullah menegaskan, "Apa yang terjadi di gedung Kongres AS merupakan peristiwa penting. Insiden ini adalah sesuatu yang telah mereka rancang di Lebanon selama satu setengah tahun. Orang Amerika terbiasa mengekspor apa yang terjadi di Kongresnya ke negara lain untuk menggulingkan pemerintahnya."

Poin lain yang ditegaskan dalam pidato Sekjen Hizbullah tentang kerusuhan di gedung Capitol Hill merupakan contoh nyata dari hasil sepak terjang Donald Trump. Trump telah melakukan banyak kerusakan terhadap negara lain selama empat tahun terakhir dengan karakternya yang non-diplomatik, keras kepala, dan melanggar hukum, tetapi masyarakat Amerika sendiri sekarang telah menyadari sifat sebenarnya Trump.

"Apa yang telah dilihat orang Amerika dan dunia dalam beberapa hari terakhir ini adalah contoh sederhana dari kejahatan Trump di dunia selama empat tahun terakhir di Suriah dan Irak, Yaman, dan aksi teror terhadap komandan Haji Qassem dan Abu Mahdi al-Mohandes," papar Nasrullah.

 

Pendukung Trump menduduki gedung Capitol Hill

 

Mengenai dinamika internal Lebanon, pidato Sekjen Hizbullah menyoroti tiga dimensi tentang kasus ledakan besar di Beirut, kelanjutan perang media melawan Hizbullah, dan pembentukan kabinet Lebanon.

Terkait kasus ledakan besar Beirut, Sayid Hassan Nasrullah membantah tuduhan sebagian pihak terhadap Hizbullah, dengan menjelaskan posisi awal gerakan perlawanan rakyat ini sejak terjadinya ledakan Beirut pada 4 Agustus tahun lalu. Nasrullah juga menekankan perlunya secara serius mengejar dan mempercepat identifikasi para pelakunya untuk ditindak secara hukum.

Pada pidato Jumat malam, Sekretaris Jenderal Hizbullah juga mengkritik fakta bahwa penyelidikan kasus ledakan Beirut sejauh ini belum tuntas, dan masyarakat Lebanon selama enam bulan belum mengetahui duduk perkara peristiwa ini terjadi. Mengapa serta bagaimana zat amonium nitrat dalam jumlah begitu besar bisa berada di pelabuhan Beirut, dan siapa yang memindahkannya ke sana ?

 

Ledakan di Beirut Agustus 2020

 

Fokus lain dari pidato Nasrullah mengenai tanggapan terhadap kebohongan dan perang media yang dilancarkan kepada Hizbullah. Sebuah kapal yang membawa narkoba disita di Italia, dan media oposisi di Lebanon menuding barang yang dibawa itu milik Hizbullah. Padahal, itu adalah kapal milik Daesh. Tapi pendekatan media oposisi terus menerus mendiskreditkan Hizbullah, tanpa didukung bukti yang memadai.

Isu terakhir pidato Sayid Hassan Nasrullah mengenai lambannya pembentukkan kabinet Lebanon. Beberapa orang di Lebanon menuduh Hizbullah mengulur waktu untuk mengakhiri pemerintahan Trump di Amerika Serikat demi mengurangi tekanan untuk membentuk kabinet tanpa keanggotaan Hizbullah. Analisis ini tidak tepat karena proses pembentukan kabinet di Lebanon telah memakan waktu dalam beberapa tahun terakhir yang tidak ada kaitannya dengan Hizbullah. Masalah utamanya justru terletak pada kubu 14 Maret yang berupaya melakukan monopoli kekuasaan dengan mengabaikan realitas politik nasional. (PH)