Menyoroti Urgensitas Perang di Ma'rib Yaman
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i91736-menyoroti_urgensitas_perang_di_ma'rib_yaman
Saat tentara Yaman dan komite rakyat terus maju menuju Ma'rib, Arab Saudi selain mengirim pasukan baru, juga memanfaatkan kelompok teroris Daesh (ISIS) serta mereka menggunakan perjuangan diplomatik Barat untuk mencegah kekalahan di Ma'rib.
(last modified 2026-04-05T11:58:22+00:00 )
Feb 19, 2021 13:51 Asia/Jakarta

Saat tentara Yaman dan komite rakyat terus maju menuju Ma'rib, Arab Saudi selain mengirim pasukan baru, juga memanfaatkan kelompok teroris Daesh (ISIS) serta mereka menggunakan perjuangan diplomatik Barat untuk mencegah kekalahan di Ma'rib.

Tinggal satu bulan lagi usia keenam perang Arab Saudi terhadap Yaman berakhir. Kekalahan Koalisi Saudi di perang ini hampir pasti bagi Riyadh dan pendukung Baratnya. Salah satu keputusan pemerintah Joe Biden untuk menghentikan dukungan terhadap Koalisi Saudi juga sebuah bentuk pengakuan atas kekalahan di perang ini.

Kini poros utama perang di Yaman berada di Ma'rib. Selama beberapa hari lalu hampir 35 kilo meter persegi wilayah di kota Sirwah berhasil direbut pasukan Yaman. Militer dan relawan rakyat Yaman juga berada di 10 km dari pusat Provinsi Ma'rib. Kemajuan ini membuat Saudi ketakutan dan mendorong mereka mengirim pasukan baru.

Kabilah Yaman di Ma'rib

Kantor Berita Reuters melaporkan, pejabat di pemerintahan Yaman yang mengundurkan diri mengatakan kepada media ini bahwa ratusan pasukan Koalisi Saudi dari Provinsi Sibwah dan Hadhramout di selatan Yaman serta di sekitar Provinsi Sanaa, utara negara ini telah tiba di Ma'rib. Sekaitan dengan ini, kelompok teroris Daesh (ISIS) juga mengkonfirmasi keterlibatan mereka di operasi dan perang anti Ansarullah di Pronvisi Ma'rib. Dengan kata lain, Arab Saudi meminta bantuan Daesh untuk mencegah kekalahan di Ma'rib.

Bersamaan dengan langkah militer ini, aksi politik pendukung Saudi juga dilaporkan meningkat. Al Saud mulai memanfaatkan Liga Arab, Utusan khusus sekjen PBB untuk Yaman, Martin Griffiths serta melalui wakil tetapnya di PBB untuk menekan agar operasi Ansarullah dihentikan. Griffiths juga dilaporkan menyerukan dihentikannya serangan ke Ma'rib.

Sementara itu, Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman, Mohammad Ali al-Houthi saat merespon seruan Griffiths untuk menghentikan perang di Ma'rib mengatakan, pertempuran ini belum berhenti sejak kegagalan serangan agresor ke wilayah Nihm hingga hari ini, tapi kini Griffiths menyebut perang ini sebuah serangan ke Marib.

Adapun Kantor Biro Politik Ansarullah Yaman saat merespon sikap sejumlah negara terkait transformasi Ma'rib dan dukungan nyata terhadap agresor Saudi serta anasir bayarannya menyatakan, "Kami mengecam sejumlah sikap terkait transformasi Ma'rib dan menilainya sebagai alasan untuk melanjutkan agresi serta blokade terhadap Yaman."

Realita ini dan upaya pemerintah Saudi berserta sekutunya mengindikasikan bahwa Ma'rib sangat strategis bagi Riyadh. Selain itu, Ma'rib adalah provinsi kaya minyak dan menguasainya dari sisi ekonomi akan sangat membantu pemerintah penyelamatan nasional Yaman. Tak hanya itu, kemenangan di Ma'rib secara praktis sama halnya dengan kekalahan total Saudi di perang Yaman.

Provinsi Ma'rib yang juga disebut jantung Yaman, dari sisi Barat berjarak 170 km dari kota Sanaa. Koalisi Saudi berusaha menguasai penuh Ma'rib sehingga dapat mendekati Sanaa dan mencegah pemerintahan penyelamatan nasional Yaman semakin kuat. Kekalahan Koalisi Saudi di Ma'rib akan menjadi kemenangan strategis bagi pemerintah penyelamatan ansional Yaman. (MF)