Hamas Kecam Langkah Bahrain Buka Kedutaan di Tel Aviv
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i94132-hamas_kecam_langkah_bahrain_buka_kedutaan_di_tel_aviv
Gerakan Hamas mengecam keputusan Bahrain membuka misi diplomatik dan menunjuk seorang duta besarnya di wilayah pendudukan Palestina.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 31, 2021 07:12 Asia/Jakarta
  • Bahrain dan Uni Emirat Arab menandatangani kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel di Gedung Putih pada September 2020.
    Bahrain dan Uni Emirat Arab menandatangani kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel di Gedung Putih pada September 2020.

Gerakan Hamas mengecam keputusan Bahrain membuka misi diplomatik dan menunjuk seorang duta besarnya di wilayah pendudukan Palestina.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem kepada kantor berita Anadolu, Selasa (30/3/2021) malam, mengatakan keputusan Bahrain adalah penegasan kesalahan politik yang terkait dengan penandatanganan kesepakatan normalisasi hubungan dengan rezim Zionis.

"Kesepakatan itu hanya melayani kepentingan Israel di kawasan, bukan kepentingan negara-negara Arab. Hubungan tersebut merugikan perjuangan Palestina dan menyemangati rezim Zionis untuk melakukan kejahatan terhadap rakyat Palestina," ujarnya.

Bahrain telah menunjuk kepala misi diplomatiknya untuk Israel setelah kedua pihak menandatangani kesepakatan normalisasi hubungan tahun lalu.

Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa dalam sebuah dekrit kerajaan, menunjuk Khalid Yusuf Al-Jalahma sebagai Duta Besar Bahrain untuk Israel.

Pada 15 September 2020, rezim Zionis menjalin hubungan resmi dengan Bahrain dan Uni Emirat Arab sebagai bagian dari perjanjian yang diprakarsai oleh Amerika Serikat. Langkah ini kemudian diikuti oleh Sudan dan Maroko.

Para pemimpin Palestina mengecam kesepakatan itu sebagai pengkhianatan terhadap perjuangan bangsa mereka. (RM)