Petinggi Hamas: Jangan Pernah Menguji Kesabaran Kami
-
Parade militer kelompok perlawanan Palestina di Jalur Gaza.
Salah satu petinggi Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), mengatakan warga penjajah Zionis harus meninggalkan tanah Palestina.
"Quds adalah pusat utama perlawanan dan pemicu revolusi, dan genderang perang telah ditabuh untuk pembebasannya," kata Mushir al-Masri dalam pidatonya pada acara mengenang syuhada Gaza di kota Rafah, seperti dilansir kantor berita IRIB, Sabtu (29/5/2021).
Dia menegaskan kehadiran rezim Zionis di tanah Palestina sudah tidak bisa diterima lagi dan mereka pasti akan diusir oleh kubu perlawanan suatu saat nanti.
"Pedang al-Quds (Saif al-Quds) telah ditarik keluar dari sarungnya dan tidak akan disarungkan kembali kecuali setelah ia (Quds) dibebaskan," tandasnya.
Kepada para pemimpin Israel, al-Masri mengatakan rakyat Palestina dan Quds adalah garis merah bagi perlawanan, jadi jangan pernah menguji kesabaran kami. Perlawanan akan tetap menjadi satu-satunya opsi kami dan tekad rakyat.
Israel mengumumkan gencatan senjata sepihak setelah terlibat perang 11 hari dengan kubu perlawanan Palestina di Jalur Gaza. Para pejuang Palestina membuat rezim Zionis terkejut dengan senjata canggihnya yang diluncurkan ke wilayah pendudukan. (RM)