Mantan Jenderal Israel: Hamas dan Jihad Islam Palestina Mengejek Kami
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i98076-mantan_jenderal_israel_hamas_dan_jihad_islam_palestina_mengejek_kami
Seorang pensiunan militer Israel, mengakui bahwa Tel Aviv kalah dalam perang baru-baru ini di Jalur Gaza, dan militer rezim Zionis tidak punya kemampuan dan kesiapan untuk memulai perang lain di kawasan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 29, 2021 14:18 Asia/Jakarta
  • Tentara rezim Zionis Israel.
    Tentara rezim Zionis Israel.

Seorang pensiunan militer Israel, mengakui bahwa Tel Aviv kalah dalam perang baru-baru ini di Jalur Gaza, dan militer rezim Zionis tidak punya kemampuan dan kesiapan untuk memulai perang lain di kawasan.

"Militer Israel tidak siap untuk memulai sebuah perang lain di kawasan dan pasukan daratnya berada di ambang kehancuran," kata Mayor Jenderal (Purn) Yitzhak Brick dalam sebuah artikelnya di surat kabar Haaretz, seperti dikutip laman Farsnews, Sabtu (29/5/2021).

"Dalam operasi ini (Guardian of the Walls), sebagian besar pesawat angkatan udara berpartisipasi. Infrastruktur Hamas dan Jihad Islam Palestina di Gaza dihancurkan siang dan malam, dan ratusan penerbangan operasional dilakukan. Pesawat menggunakan ribuan amunisi presisi yang menelan biaya miliaran shekel untuk operasi terbatas di lapangan," jelasnya.

Meski demikian, lanjut Mayjen Brick, (Israel) gagal menghentikan hujan roket dan mortir. Hamas dan Jihad Islam terus menembakkan roket dan mortir, seolah-olah mereka tidak terkena serangan apapun dan sepertinya mereka dapat terus melakukannya untuk waktu yang lama.

Mayor Jenderal (Purn) Yitzhak Brick.

"Kami telah berbicara tentang angkatan udara sebagai lengan strategis Israel selama bertahun-tahun, dan dalam praktiknya kekuatan mereka terbukti dalam melawan pesawat-pesawat musuh. Tetapi kemampuannya dalam melawan rudal dan mortir sangat kecil," ungkapnya.

Menurut Mayjen Brick, dalam beberapa tahun terakhir, angkatan darat rezim Zionis telah diabaikan dan melemah, dan sekarang berada di ambang kehancuran, karena angkatan udara dipandang sebagai kekuatan hakiki militer Israel.

"Ini adalah hasil dari logika yang salah bahwa perang dapat dimenangkan hanya dengan bantuan angkatan udara dan kerugian dapat dihindari. Kita sekarang membayar harga yang sangat tinggi untuk logika ini," jelasnya.

Dia menuturkan Hamas belum berhenti dan ideologi adalah sumber inspirasinya. Selama serangan itu, seluruh negeri lumpuh dan kerugian ekonomi mencapai miliaran dolar, sebagian karena lumpuhnya sebagian besar sektor industri.

"Biaya ribuan bom presisi dan pintar yang menghantam target di Jalur Gaza juga sangat tinggi. Hamas dan Jihad Islam mengejek kita dan terus menembakkan roket mereka, termasuk ke kota Gush Dan," kata petinggi militer Israel ini. (RM)