Utusan PBB Memperingatkan Situasi di Libya
Utusan Khusus PBB untuk Libya Martin Kobler, memperingatkan masalah ketidakpedulian terhadap situasi di Libya.
Seperti dikutip koran al-Sharq al-Awsat, Mesir, Kobler pada hari Senin (8/2/2016) mengatakan bahwa dialog antara faksi-faksi politik Libya di Maroko yang telah melahirkan sebuah kesepakatan politik, memuaskan.
Ia memperingatkan ketidakpedulian terhadap situasi Libya dan menandaskan bahwa rakyat di negara itu berharap kehadiran pemerintah persatuan nasional Libya sesuai jadwal dan menaruh harapan besar pada pemerintahan itu.
Pada Desember 2015, perwakilan parlemen Libya di Tripoli dan Tobruk menandatangani sebuah kesepakatan damai di bawah pengawasan PBB di Maroko.
Kesepakatan itu mengamanatkan pembentukan sebuah pemerintah persatuan nasional Libya yang merangkul semua faksi politik di negara kaya minyak itu. Namun, parlemen Libya tidak memberi mosi percaya kepada kabinet usulan Perdana Menteri Fayez al-Sarraj, yang terdiri dari 32 pos kementerian.
Pemerintah rencananya akan menyerahkan daftar kebinet baru ke parlemen Libya. (IRIB Indonesia/RM)