Libya Minta Waktu Ekstra untuk Bentuk Pemerintah
Dewan Kepresidenan Libya pada hari Senin (8/2/2016), meminta waktu tambahan satu minggu untuk membentuk pemerintah persatuan nasional.
Seperti dilansir AFP, Dewan yang dipimpin oleh Perdana Menteri Fayez al-Sarraj, sedianya akan menyerahkan nama-nama menteri pemerintah persatuan nasional pada Rabu besok untuk disetujui oleh parlemen sah Libya.
Sebuah pemerintah persatuan nasional Libya dengan 32 anggota diumumkan pada 19 Januari di bawah kesepakatan yang ditengahi PBB. Kesepakatan itu diteken pada Desember 2015 di Maroko yang bertujuan mengakhiri pertumpahan darah di negara kaya minyak itu.
Dewan Kepresidenan Libya yang beranggotakan sembilan orang, bertugas untuk membentuk pemerintah. Namun, parlemen sah Libya pada 25 Januari menolak daftar kabinet baru karena terlalu gemuk dan memberi waktu 10 hari untuk mengajukan kabinet yang lebih ramping.
Sebuah sumber mengatakan bahwa Dewan telah meminta parlemen yang bermarkas di kota Tobruk untuk memberikan waktu tambahan satu minggu untuk memperkenalkan anggota pemerintahan baru. (IRIB Indonesia/RM)