AS: Kami Lebih Tahu dari Ukraina, Rusia akan Menyerang !
https://parstoday.ir/id/news/world-i114340-as_kami_lebih_tahu_dari_ukraina_rusia_akan_menyerang_!
Wakil tetap Amerika Serikat untuk PBB menjawab protes Presiden Ukraina terkait statemen berlebihan soal kemungkinan serangan Rusia ke Ukraina.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 31, 2022 14:14 Asia/Jakarta
  • Wakil tetap AS di PBB Linda Thomas Greenfield
    Wakil tetap AS di PBB Linda Thomas Greenfield

Wakil tetap Amerika Serikat untuk PBB menjawab protes Presiden Ukraina terkait statemen berlebihan soal kemungkinan serangan Rusia ke Ukraina.

Linda Thomas-Greenfield, Minggu (30/1/2022) malam dalam wawancara dengan stasiun televisi ABC News mengatakan bahwa Rusia tidak akan bisa mencagah digelarnya sidang darurat Dewan Keamanan PBB untuk membahas masalah Ukraina.
 
Greenfield menuturkan, "Propaganda Rusia terkait Ukraina tidak akan mengalihkan perhatian kami atas masalah ini."
 
Saat ditanya apakah AS meyakini bahwa serangan Rusia ke Ukraina akan segera terjadi, Greenfield menjawab, "Kita semua menyaksikan berita di media. Anda mendengar dari sejumlah pejabat pemerintah AS. Rusia menempatkan ratusan ribu pasukan di sepanjang perbatasan. Mereka sudah dipindahkan ke Belarus. Upaya diplomatik kami dan upaya menurunkan ketegangan tidak menghentikan mereka. Usulan kami menggelar sidang DK PBB adalah langkah untuk memberi kesempatan diplomatik kepada Rusia."
 
Wartawan ABC News mengatakan, "Presiden Ukraina terlihat cukup marah, bahkan sampai memperingatkan, menurutnya AS terlalu berlebihan soal ancaman ini karena motif politik. Bagaimana komentar Anda ?"
 
Menjawab pertanyaan tersebut, Wakil tetap AS di PBB mengingatkan Ukraina soal bantuan dana dan senjata Washington, dan menurutnya AS percaya bahwa dirinya lebih tahu dari Ukraina terkait keinginan Rusia untuk menyerang negara itu.
 
Greenfield menerangkan, "Rusia berusaha meyakinkan Ukraina untuk tidak khawatir atas serangan militer terhadap negara itu, tapi kami tahu serangan itu akan terjadi, karena untuk apa Rusia mengerahkan ratusan ribu pasukan jika tidak punya keinginan untuk menggunakannya." (HS)