Presiden Ossetia Selatan Umumkan Referendum Gabung ke Rusia
Presiden Ossetia Selatan telah menetapkan tanggal 17 Juli sebagai waktu penyelenggaraan referendum untuk menentukan status baru negaranya bergabung dengan Rusia atau tidak.
Menurut pernyataan dari kantor Presiden Ossetia Selatan pada hari Jumat (13/5/2022) , Anatoly Bibilov menandatangani dekrit untuk mengadakan referendum
Ossetia Selatan berada di pusat perang Rusia-Georgia pada tahun 2008, setelah itu Kremlin mengakui wilayah tersebut sebagai negara merdeka bersama dengan wilayah separatis lainnya, Abkhazia, dan mendirikan pangkalan militer di sana.
Georgia sebelumnya menyebut rencana Ossetia Selatan untuk mengadakan referendum bergabung dengan Rusia sebagai langkah yang tidak dapat diterima.
Referendum diadakan dengan harapan Ossetia Selatan bergabung dengan Rusia pada hari ke-79 operasi militer Rusia di Ukraina yang telah menewaskan ribuan orang dan memaksa lebih dari enam juta orang meninggalkan Ukraina dan melarikan diri ke Barat.
Menurut laporan itu, wilayah separatis Donetsk dan Luhansk di Ukraina juga menyatakan minatnya untuk bergabung dengan Rusia.
Setelah perang di Ossetia Selatan pada tahun 2008, pasukan Ossetia dan Rusia mengambil kendali penuh atas wilayah tersebut.
Rusia, Venezuela, Nikaragua, Nauru, Tuvalu dan Suriah sejauh ini telah mengakui Ossetia Selatan sebagai negara merdeka.(PH)