Rusia: AS Tidak Mencari Solusi Damai Perang Ukraina
Duta Besar Rusia untuk Washington mengatakan bahwa pernyataan Wakil Menteri Pertahanan AS tentang kemungkinan mengirim lebih banyak sistem rudal HIMARS ke Ukraina mengkhawatirkan bagi upaya untuk mewujudkan perdamaian.
Rusia melancarkn operasi militer di Ukraina pada 24 Februari atas permintaan pejabat di wilayah Donetsk dan Luhansk di Ukraina timur guna melucuti senjata negara tersebut.
Sejak itu, Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa mengirimkan senjata dan alutsista ke Ukraina.
Selain itu, Washington dan London telah mengumumkan rencana untuk mengirim beberapa sistem rudal baru ke Ukraina.
Kantor berita Tass melaporkan, Duta Besar Rusia untuk Washington, Anatoly Antonov hari Rabu (15/6/2022) menggambarkan penyebaran sistem rudal jarak jauh ke Ukraina sebagai cerminan dari pendekatan Washington untuk meningkatkan perang.
"Pernyataan terbaru Wakil Menteri Pertahanan AS Colin Kahl pada malam pertemuan pejabat AS dengan sekutu mereka untuk memberikan dukungan militer ke Ukraina, dan pesan Pentagon kepada sekutunya menunjukkan bahwa satu-satunya solusi bagi mereka adalah untuk mengirim lebih banyak senjata ke Kyiv, " ujar Antonov.
Sebelumnya, pemerintah Rusia memperingatkan Barat tentang dampak mempersenjatai Kyiv dengan senjata berat yang akan memperpanjang perang di Ukraina.(PH)