Milisi Bayaran AS di Ukraina Kemungkinan Dihukum Mati
-
Alexander Drueke dan Andy Tai
Juru bicara pemerintah Rusia, mengabarkan kemungkinan hukuman mati terhadap dua milisi bayaran Amerika Serikat yang disandera di lokasi pertempuran di Ukraina.
Dikutip Russia Today, Selasa (21/6/2022), Dmitry Peskov dalam sebuah jumpa pers mengumumkan, "Terbuka kemungkinan hukuman mati terhadap milisi bayaran AS yang ditangkap pasukan Donetsk di lokasi pertempuran di Ukraina."
Ia menambahkan, "Kami berbicara soal tentara bayaran yang mengancam nyawa bukan saja pasukan kami, tapi juga pasukan Republik Luhansk dan Donetsk, serta serangan-serangannya. Mereka diduga kuat sebagai tentara bayaran."
Jubir Kremlin menjelaskan, "Syarat-syarat kesepakatan Jenewa terkait tawanan perang tidak termasuk tentara bayaran, dan nasib mereka akan ditentukan di salah satu pengadilan Republik Donetsk."
Menurut Peskov, "Semua vonis mungkin diambil termasuk hukuman mati, karena hukuman ini dikeluarkan di pengadilan, kami sama sekali tidak akan ikut campur dalam masalah ini, lebih dari itu kami tidak punya hak mencampuri keputusan pengadilan."
Media-media Inggris minggu lalu mengabarkan penangkapan dua tentara bayaran AS oleh pasukan Donetsk, di dekat Kharkiv, Ukraina, mereka adalah Alexander Drueke, 39 tahun, dan Andy Tai Ngoc Huynh, 27 tahun, keduanya berasal dari Alabama. (HS)