Rusia: AS Tutup Jalan Ruang Kompromi
Juru Bicara Kremlin menyebut Amerika Serikat menutup ruang kompromi dalam masalah sanksi Rusia.
Rusia melancarkan operasi militer di Ukraina pada 24 Februari 2022 yang berlanjut hingga kini demi melindungi etnis Rusia di Donbass, dan kegagalan Kyiv menerapkan perjanjian Minsk.
Otoritas Ukraina menekankan kembalinya wilayah yang bergabung dengan Rusia ke Ukraina sebagai prasyarat untuk negosiasi di masa depan.
Sementara itu, Moskow sebelumnya menekankan bahwa permintaan Ukraina untuk merebut kembali wilayah tersebut tidak dapat diterima.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov hari Jumat (27/1/2023) menekankan bahwa Amerika Serikat menutup ruang untuk kompromi tentang masalah sanksi dengan Rusia.
Pernyataan Peskov muncul setelah Wakil Menlu AS Victoria Nuland menyarankan bahwa sanksi akan berkurang jika Rusia mengembalikan daerah yang baru diambilnya ke Ukraina.
Peskov mengatakan, "Nuland sebenarnya telah mengulangi serangkaian saran yang menunjukkan ketikafleksibelan posisi Amerika, yang sangat berbeda dengan kami."
Sebelumnya, Victoria Nuland hari Kamis mengungkapkan, "Jika Rusia memutuskan untuk bernegosiasi dengan serius dan menarik pasukannya dari Ukraina, serta mengembalikan daerah-daerah yang kuasainya, maka Menlu, AS Antony Blinken akan mendukung pencabutan sanksi terhadap Moskow,".(PH)