Pasukan Rusia Sita Senjata Barat di Ukraina
Presiden Chechnya mengungkapkan bahwa pasukan Rusia di Ukraina telah menyita sejumlah besar senjata yang dipasok negara-negara Barat.
Negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat telah memperburuk ketegangan dan konfrontasi militer antara Moskow dan Kyiv dengan mengintensifkan tekanan sanksi terhadap federasi Rusia dan pasokan senjata ringan dan berat ke Ukraina.
Presiden Chechnya, Ramzan Kadyrov hari Sabtu (11/3/2023) memposting gambar di akun telegramnya mengenai pasukan Rusia yang membawa senjata barat hasil sitaannya di Ukraina.
Menurut situs web Sputnik, Kadyrov mengatakan, "Hadiah-hadiah ini pasti akan dikembalikan ke tentara bayaran NATO tanpa pengurangan sedikitpun. Tentu Anda mengerti apa yang saya maksud,".
"Nagi seorang tentara, tidak ada yang memberikan semangat selain dukungan terhadap mereka seperti Stringer Amerika, dan Igla Ukraina. Ini adalah hadiah yang kami terima dari para pejuang di front depan tempat NATO menempatkan pasukannya," ujar Kadyrov.
"Saya berterima kasih kepada NATO, karena telah menyediakan satu set senjata yang beragam," tegasnya.
Pejabat Rusia dan beberapa media dan media Barat telah menggambarkan Perang Ukraina sebagai perang proksi antara Barat dan Rusia.
Rusia telah berulang kali mengatakan bahwa pengiriman senjata Barat ke Ukraina hanya memperpanjang konflik di negara yang memiliki konsekuensi tidak terduga.(PH)