Popularitas Macron di Prancis Anjlok
-
Presiden Prancis Emmanuel Macron
Presiden Prancis, Emmanuel Macron tercatat sebagai presiden negara ini yang paling rendah popularitasnya sekitar 26 persen.
Menurut laporan IRNA, Jumat (21/4/2023), jajak pendapat BVA untuk Radio RTL yang hasilnya dirilis hari ini menunjukkan bahwa presiden Prancis hanya populer di seperempat populasi negara ini.
Jajak pendapat ini digelar setelah pidato presiden Prancis pada hari Senin, di mana perdana menteri diberi kesempatan 100 haru untuk menenagkan kondisi negara yang tegang akibat protes reformasi panambahan usia pensiun.
Berdasarkan jajak pendapat ini, popularitas Perdana Menteri Prancis, Élisabeth Borne turun satu tingkat menjadi 27 persen, dan ini tercatat popularitas terendah sejak ia menempati poisisi ini pada Mei 2022.
Sampai saat ini 45 persen warga Prancis marah atas disahkannya reformasi yang diinginkan pemerintah yang menambah usia pensian dari 62 tahun menjadi 64 tahun. Undang-undang ini disahkan oleh Dewan Konstitusi dan kemudian ditandatangani oleh Presiden Macron.
Meski undang-undang ini telah final, tapi sampai sekarang 63 persen warga Prancis masih mendukung dilanjutkannya protes rakyat terhadap reformasi ini. Tiga perempat warga Prancis atau 74 persen, juga meyakini bahwa presiden negara ini segera menandatangani reformasi karena takut memprovokasi "kemarahan sosial" dan membuat "kesalahan".
Polling ini juga menunjukkan bahwa rakyat Prancis sebagian besar pesimis tentang tujuan yang ditetapkan oleh Macron dalam pidato yang disiarkan televisi baru-baru ini: 69 persen percaya bahwa harapan mereka belum terpenuhi, 73 persen tidak melihat tujuan ini realistis, dan 74 persen tidak percaya akan dilaksanakannya tujuan tersebut pada masa kepresidenan lima tahun.
Jajak pendapat ini digelar mulai 18-19 April dengan partisipasi 1002 responden usia di atas 18 tahun. (MF)