Muslim Inggris Protes Penutupan Islamic Center
-
demo penutupan Islamic Center di London
Ratusan Muslim dari berbagai negara berkumpul di depan pusat ini untuk memprotes tindakan pemerintah Inggris menutup sementara Islamic Center di negara ini.
Islamic Center Inggris adalah salah satu pusat utama bagi komunitas Muslim dari berbagai negara untuk menunaikanritual keagamaan di London.
Selama beberapa bulan terakhir, Islamic Center menjadi sasaran serangan berbagai kelompok anti-revolusioner, separatis dan penentang Islam dan Republik Islam Iran.
Sementara itu, puluhan orang memprotes penutupan sementara Islamic Center Inggris dan menggelar salat Maghrib dan Isya berjamaah, pembacaan doa Kumail bersama, dan perayaan Maulid Imam Reza pada Jumat malam di depan gedung tersebut.
Masoud Shajareh, kepala Komisi Hak Asasi Manusia Islam di Inggris hari Jumat (2/6/2023) mengatakan bahwa penutupan Islamic Center Inggris di London adalah plot Islamifobia untuk menciptakan Islam Amerika yang mendukung pendapat mereka.
"Umat Islam menggunakan masjid ini untuk sholat dan melakukan ritual keagamaan dan kegiatan lainnya, dan mereka menjadi sukarelawan dan membayar pemeliharaan tempat ini," ujarnya
Sejumlah orang yang berkumpul di depan British Islamic Center, dan menganggap penutupan pusat ini sebagai tindakan ilegal dan politis.
Warga negara Afganistan yang tinggal di Inggris itu juga mengatakan bahwa tujuan mengikuti aksi unjuk rasa di depan British Islamic Centre di London untuk menyerukan pembukaannya kembali.
Pemuda Muslim lainnya mengatakan bahwa dia telah bergabung dengan para demonstran untuk memprotes penutupan British Islamic Centre di London, karena jika kita tidak bertindak, pusat-pusat Islam akan ditutup secara bertahap di berbagai tempat di Inggris.
Warga Inggris dan Muslim lainnya juga mengatakan bahwa penutupan Islamic Centre di London adalah tindakan Islamofobia dan aktivitas anti-Muslim.(PH)