Putin Ungkap Perjanjian Damai yang Dilanggar Ukraina
Presiden Rusia, untuk pertama kalinya mengungkapkan perjanjian damai yang dilanggar oleh Ukraina.
Putaran terakhir negosiasi langsung antara Rusia dan Ukraina diadakan di Turki pada 29 Maret 2022. Setelah itu, Kyiv secara resmi menolak kontak apa pun dengan Moskow.
Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Sabtu (17/6/2023) mengungkapkan draf dokumen yang ditandatangani lebih dari setahun yang lalu oleh perwakilan Rusia dan Ukraina di Istanbul, Turki.
Selama pertemuan dengan sekelompok pemimpin Afrika di St. Petersburg, Putin mengatakan,"Moskow dan Kyiv menyetujui persyaratan umum netralitas Ukraina dan jaminan keamanan selama pembicaraan damai pada Maret 2022. Tetapi Kyiv secara tiba-tiba, melalui delegasinya membuang dokumen yang telah ditandatanganinya ke tong sampah sejarah,".
"Berdasarkan draf ini, Ukraina harus memasukkan "netralitas permanen" dalam konstitusinya, dan nama Rusia, Amerika, Inggris Raya, Cina, dan Prancis dimasukkan sebagai penjamin," ujar Putin.
Dalam dokumen ini, Moskow mengusulkan agar Ukraina diizinkan memiliki 342 tank, 1.200 kendaraan lapis baja, 96 peluncur roket ganda, 50 pesawat tempur, dan 52 pesawat bantuan.
Kyiv, di sisi lain,menuntut 800 tank, 2400 kendaraan lapis baja, 600 peluncur roket ganda, 74 pesawat tempur, dan 86 pesawat bantuan.
Dalam dokumen ini, para pihak juga mengajukan proposal untuk membatasi peluncur mortir, senjata anti-tank, dan sistem rudal anti-pesawat Ukraina serta peralatan lainnya.
Presiden Rusia menganggap Ukraina bertanggung jawab atas gangguan dalam pembicaraan antara Kyiv dan Moskow, dan menekankan bahwa Rusia siap untuk berbicara dengan semua negara pendukung perdamaian demi menyelesaikan krisis Ukraina.(PH)