New York Times: Iran Kalahkan Amerika dalam Percaturan Regional
The New York Times menilai Iran berhasil menang melawan Amerika Serikat dalam percaturan regional.
David E. Sanger dan Steven Erlanger dalam artikelnya yang dimuat New York Times hari Selasa (9/1/2024) mengungkapkan bahwa Biden dan asisten keamanan nasionalnya beberapa bulan lalu yakin bahwa kemungkinan konflik dengan Iran dan kekuatan perlawanan telah terkendali dengan baik, namun konflik antara Hamas dan Israel, mengubah imajinasi dan beberapa persamaan yang ada di benak para pejabat Amerika.

Artikel ini menyinggung itikad buruk Amerika terhadap JCPOA, dengan mengatakan bahwa para pejabat intelijen Amerika dan Eropa meyakini Iran tidak ingin berkonflik langsung dengan Amerika Serikat atau Israel, namun tampaknya Iran sangat ingin menunjukkan kemampuannya.
Selain itu, New York Times menyoroti kerja sama Iran, Rusia, dan Cina, dan menilai ketiga negara ini tidak hanya sebagai sekutu, namun juga sebagai klien yang dapat membatalkan sanksi.
Dalam artikel ini,pejabat intelijen Amerika mengatakan bahwa Iran tidak memprovokasi Hamas, kekuatan perlawanan di kawasan Asia Barat, setelah konflik antara Hamas dan Israel, melakukan serangan terhadap pangkalan Amerika dan menyebabkan Maersk, salah satu pelayaran terbesar di dunia menangguhkan semua transit melalui Laut Merah.
The New York Times juga mengutip Sanam Vakil, Direktur Program Asia Barat dan Afrika Utara di Chatham House, yang mengatakan,"Saya melihat Iran berada dalam posisi yang baik, karena telah menggagalkan Amerika dan kepentingannya di Timur Tengah. Iran aktif di semua perbatasan, menolak perubahan apa pun, dan pada saat yang sama memperkaya uranium pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan.”(PH)