Mengapa Kebencian Media terhadap Israel Meningkat secara Global?
Lebih dari 270 media dari 70 negara di dunia menuntut hukuman terhadap rezim Zionis dan menyatakan kebencian mereka terhadap Israel.
Tehran, Pars Today- Lebih dari 270 media dari 70 negara di dunia, sambil mengecam kejahatan Zionis terhadap rakyat Gaza serta terhadap para jurnalis di Gaza, menuntut penghukuman rezim Zionis.
Organisasi Reporters Without Borders pada hari Senin dalam sebuah pernyataan menyatakan bahwa ratusan media dari lebih 70 negara di dunia ikut serta dalam kampanye dukungan terhadap jurnalis Palestina di Gaza. Surat kabar-surat kabar menggunakan warna hitam di halaman pertama mereka, portal berita daring juga memuat artikel mengenai hal ini di halaman utama, dan sebagian saluran televisi menayangkan pesan audio maupun video terkait, serta menuntut dihentikannya pembunuhan jurnalis di Jalur Gaza.
Pernyataan sejumlah besar media ini penting karena mencakup jangkauan yang luas dan melibatkan media dari lebih 70 negara di dunia. Oleh karena itu, pertanyaan penting yang muncul adalah mengapa media menunjukkan kebencian terhadap rezim Zionis? Apakah rasa jijik ini semata-mata karena kejahatan rezim tersebut di Gaza terhadap warga sipil dan jurnalis, atau ada alasan lain yang juga dikemukakan?
Jawaban pertama dan terpenting atas pertanyaan ini adalah bahwa para jurnalis, wartawan, dan aktivis media menganggap kejahatan rezim Zionis terhadap jurnalis di Gaza sebagai ancaman serius terhadap misi profesi ini pada masa kini maupun di masa depan.
Dalam sekitar dua tahun terakhir, jumlah jurnalis yang gugur di Gaza akibat kejahatan rezim Zionis telah meningkat menjadi 245 orang. Sejalan dengan itu, media dari 70 negara di dunia dalam sebuah pernyataan menegaskan: “Dengan tren yang ditempuh oleh militer Israel dalam membunuh jurnalis di Gaza, dalam waktu dekat tidak akan ada seorang pun yang tersisa untuk melaporkan perkembangan di kawasan ini.”
Dengan demikian, menurut pandangan media-media tersebut, kejahatan Zionis terhadap jurnalis merupakan ancaman serius bagi profesi mereka serta bagi penyebaran bebas berita dan informasi.
Jawaban lain mengenai penyebab kebencian global media terhadap rezim Zionis terkait dengan pendekatan moral media tersebut. Berbeda dengan media pendukung rezim Zionis, media independen dan bebas terguncang oleh kejahatan rezim ini terhadap rakyat Gaza, khususnya terhadap anak-anak dan perempuan.
Apa yang dilakukan rezim Zionis terhadap rakyat Gaza sangat melukai nurani masyarakat dunia, termasuk para jurnalis yang secara langsung menyaksikan gambar-gambar tersebut. Hal ini telah menjadi faktor penting dalam munculnya kebencian dan rasa jijik global terhadap rezim Tel Aviv.
Faktor penting lainnya adalah bahwa kejahatan rezim Zionis sepenuhnya telah menginjak-injak norma dan nilai bersama dunia serta mendorong sistem internasional menuju ketidakamanan yang meluas dan pelanggaran hukum yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pada dasarnya, salah satu misi media independen adalah mendukung norma dan nilai, hukum dan peraturan internasional, serta mempromosikan prinsip-prinsip kemanusiaan bersama. Namun, rezim Zionis justru bertindak bertentangan dengan kondisi tersebut dan dihadapkan pada kejahatan luar biasa dengan “impunitas”.
Impunitas ini, yang lahir dari dukungan menyeluruh pemerintah Amerika Serikat dan sebagian negara Eropa terhadap rezim Zionis, menjadi faktor penting lain yang memperkuat kebencian global terhadap rezim ini di mata opini publik internasional maupun para aktivis media.
Dengan demikian, kebencian global para aktivis media terhadap rezim Zionis muncul baik karena kejahatannya terhadap jurnalis, maupun karena kejahatan luar biasa Tel Aviv terhadap warga sipil di Gaza, serta karena upaya rezim Zionis menghalangi penyebaran bebas informasi.(PH)