Sanksi Senjata Eropa, Pukulan Telak terhadap Ekonomi Israel
https://parstoday.ir/id/news/world-i177556-sanksi_senjata_eropa_pukulan_telak_terhadap_ekonomi_israel
Pars Today – Pasar senjata Israel yang dikenal sebagai salah satu pilar ekonomi rezim ini menghadapi ancaman penurunan pendapatan miliaran dolar akibat gelombang pembatalan kontrak senjata dan sanksi.
(last modified 2025-09-29T12:11:37+00:00 )
Sep 29, 2025 19:09 Asia/Jakarta
  • Sanksi Senjata Eropa, Pukulan Telak terhadap Ekonomi Israel

Pars Today – Pasar senjata Israel yang dikenal sebagai salah satu pilar ekonomi rezim ini menghadapi ancaman penurunan pendapatan miliaran dolar akibat gelombang pembatalan kontrak senjata dan sanksi.

Industri persenjataan Israel yang senantiasa menjadi salah satu pilar utama ekoonmi dan alat pengaruh politik rezim ini, selama hari-hari terakhir menghadapi tantangan serius dan belum pernah terjadi. Seperti dilaporkan Pars Today mengutip FNA, ketika industri ini memainkan peran penting dalam menjamin pendapatan ekonomi dan kekuatan diplomasi Tel Aviv, gelombang baru sanksi dan pembatalan kontrak militer, membayangi masa depan sektor ini.

 

Eropa Batalkan Kontrak Senilai Miliaran Dolar

 

Menurut laporan surat kabar bisnis Israel, Calcalist, dalam beberapa bulan terakhir, di bawah tekanan dan protes publik atas perang Gaza, kontrak senjata Israel senilai sekitar 600 juta euro telah dibatalkan, dan rezim tersebut berisiko kehilangan kontrak senilai miliaran dolar. Khususnya, pemerintah Spanyol telah membatalkan beberapa kontrak senjata dengan perusahaan-perusahaan besar Israel, termasuk Rafael, dalam beberapa bulan terakhir. Dalam satu kasus saja, Spanyol membatalkan kontrak senilai 207 juta euro untuk mengimpor senjata dari perusahaan tersebut setelah pengumuman resmi sanksi. Kontrak-kontrak ini mencakup berbagai sistem pemandu udara, rudal anti-tank Spike, peluncur roket, dan rudal balistik, yang merupakan sumber pendapatan signifikan bagi Israel.

 

Sanksi Menyusul Tekanan Politik terhadap Tel Aviv

 

Pembatalan kontrak-kontrak ini dan penerapan sanksi merupakan bagian dari kebijakan tekanan politik pemerintah Spanyol untuk memaksa Israel menghentikan operasi militer di Jalur Gaza dan mengakhiri "genosida". Selain embargo senjata, pemerintah Spanyol telah memberlakukan pembatasan ekstensif terhadap pengiriman dan ekspor bahan baku strategis ke Israel, dan juga melarang impor barang-barang yang diproduksi di permukiman ilegal Palestina. Sanksi-sanksi ini, yang baru-baru ini diperkuat oleh pemerintah Spanyol melalui dekrit kerajaan, merupakan bagian dari tren yang berkembang di Eropa yang telah mengisolasi Israel secara politik dan ekonomi.

 

Peringatan Industri Pertahanan Israel dan Krisis Mendatang

 

Organisasi Industri Pertahanan Israel yang merupakan lembaga resmi pemerintah, memperingatkan dampak dari tren ini, dan menyatakan bahwa pembatalan atau penangguhan kontrak baru akan menimbulkan kerugian miliaran dolar bagi ekonomi Israel. Masalah ini, memicu krisis khususnya bagi perusahaan besar seperti Rafael, Elbit dan Industri kedirgantaraan Israel.

 

Friksi terkait Kerja Sama Teknologi dan Kecerdasan Buatan Israel

 

Dalam perkembangan lain, perusahaan Amerika Microsoft mengumumkan penghentian layanan komputasi cloud dan kecerdasan buatannya kepada cabang intelijen Israel, Unit 8200. Tindakan ini diambil setelah munculnya laporan bahwa teknologi ini digunakan dalam pengawasan luas terhadap warga Palestina dan merupakan simbol tekanan internasional terhadap teknologi militer Israel. Industri persenjataan merupakan salah satu pilar utama perekonomian Israel dan menghasilkan devisa antara 10 hingga 12 miliar dolar bagi rezim tersebut setiap tahunnya.

 

Industri ini tidak hanya menciptakan ribuan lapangan kerja langsung maupun tidak langsung, tetapi juga memainkan peran kunci dalam pengaruh politik dan diplomasi Tel Aviv melalui ekspor yang ekstensif ke lebih dari 70 negara di seluruh dunia. Perusahaan-perusahaan seperti Rafael, Elbit Systems, dan Israel Aerospace Industries termasuk di antara pemain terpenting di bidang ini.

 

Industri pertahanan Israel, yang selama ini dianggap sebagai salah satu kekuatan ekonomi dan simbol kemampuan militer rezim, kini terancam kerusakan serius. Gelombang pembatalan kontrak, sanksi, dan pembatasan internasional tidak hanya mengakibatkan kerugian finansial yang besar, tetapi juga sangat memengaruhi kredibilitas dan publisitas "senjata yang telah teruji di lapangan" yang diandalkan Tel Aviv selama bertahun-tahun.

 

Kondisi ini telah menyebabkan masa depan sektor ekonomi Israel yang sensitif dan strategis ini menghadapi ketidakpastian yang serius, dan perusahaan-perusahaan militer besar rezim tersebut terpaksa mempertimbangkan kembali strategi ekspor dan aktivitas internasional mereka. (MF)