Mengapa Cina Menuntut AS Patuhi Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir Komprehensif?
Cina, menanggapi perintah Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk melanjutkan kembali uji coba senjata nuklir, dan menyerukan agar Washington mematuhi larangan global terhadap uji coba senjata atom.
Tehran, Parstoday- Guo Jiakun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, pada hari Kamis mengatakan, “Cina berharap Amerika Serikat akan mematuhi komitmennya terhadap Perjanjian Pelarangan Uji Coba Nuklir Menyeluruh (CTBT) serta kewajiban-kewajiban internasionalnya.”
Ia juga menyerukan agar Amerika Serikat mengambil langkah-langkah terpadu untuk melindungi rezim global perlucutan senjata dan non-proliferasi nuklir, serta mendukung stabilitas dan keseimbangan strategis dunia.
Trump, pada Kamis, 30 Oktober, melalui platform media sosial pribadinya Truth Social, mengumumkan bahwa ia telah memerintahkan Departemen Pertahanan AS untuk melanjutkan uji coba senjata nuklir.
Presiden AS menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil sebagai tanggapan terhadap program uji coba nuklir negara-negara lain dan akan segera dilaksanakan.
Trump menulis bahwa Amerika Serikat memiliki lebih banyak senjata nuklir dibanding negara mana pun di dunia, dan bahwa keberhasilan ini – termasuk modernisasi total persenjataan yang sudah ada – dicapai pada masa jabatan pertamanya.
Ia menambahkan: “Rusia berada di posisi kedua, dan Cina di posisi ketiga dengan jarak yang cukup jauh, namun dalam lima tahun ke depan mereka akan menyusul kami.”
Menurut data Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI) pada awal tahun 2025, Rusia berada di peringkat pertama dengan 4.309 senjata nuklir, diikuti oleh Amerika Serikat di peringkat kedua dengan 3.700 senjata. Namun dalam kategori senjata nuklir operasional, Amerika Serikat berada di posisi pertama dengan 1.770 senjata, sementara Rusia memiliki 1.718 senjata. Meskipun Cina sedang memperluas persenjataan nuklirnya dengan cepat, namun masih tertinggal jauh dari dua kekuatan besar tersebut.
Menimbang risiko dan dampak negatif dari keputusan Trump untuk melanjutkan uji coba nuklir, Cina menyerukan agar Amerika Serikat tetap berkomitmen pada Perjanjian Pelarangan Uji Coba Nuklir guna melindungi keseimbangan strategis global, rezim perlucutan senjata, dan keamanan internasional.
Beberapa Pertimbangan Utama dalam Seruan Cina:
1. Kekhawatiran terhadap pelemahan rezim perlucutan senjata global
Dari sudut pandang Cina, uji coba nuklir bukan hanya ancaman bagi keamanan regional, tetapi juga faktor ketidakstabilan dalam sistem internasional. Langkah semacam ini berpotensi memicu perlombaan senjata baru dan mendorong negara-negara lain untuk mengembangkan atau menguji senjata nuklir mereka sendiri.
2. Penekanan pada keseimbangan strategis global
Cina menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan strategis dunia. Menurut Beijing, tindakan sepihak dari kekuatan besar seperti Amerika Serikat dapat mengganggu perimbangan keamanan internasional dan menimbulkan ketidakpercayaan dalam hubungan antarnegara.
Karena itu, Cina meminta Washington untuk berperan lebih konstruktif dalam menjaga perdamaian dunia melalui kepatuhan terhadap perjanjian internasional.
3. Dampak potensial terhadap keamanan regional
Kembali dimulainya uji coba nuklir oleh Amerika Serikat dipandang dapat membawa konsekuensi luas terhadap keamanan kawasan, khususnya di Asia dan Asia Barat.
Cina khawatir langkah tersebut akan memicu reaksi negara-negara seperti Korea Utara untuk meningkatkan aktivitas nuklir militer mereka dan mengikis ruang diplomasi yang telah ada.
Di tengah berbagai krisis global, kembalinya uji coba nuklir dapat memperburuk ketegangan internasional.
4. Sikap Cina dalam kerangka kebijakan perlucutan senjata
Cina secara konsisten menyebut dirinya sebagai pendukung perlucutan senjata nuklir global, dan menyerukan agar negara lain juga mematuhi kewajiban mereka di bidang ini.
Negeri itu menekankan perlunya menghindari tindakan provokatif serta memperkuat kerja sama multilateral guna mencegah penyebaran senjata nuklir.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, seruan Cina agar Amerika Serikat mematuhi Perjanjian Pelarangan Uji Coba Nuklir merupakan bagian dari upaya Beijing untuk mempertahankan stabilitas strategis global, mencegah perlombaan senjata, dan memperkuat rezim perlucutan senjata dunia.
Sikap ini mencerminkan kekhawatiran yang meningkat terhadap tindakan sepihak kekuatan besar yang berpotensi mengancam keamanan internasional.(PH)