CNN: Rencana Amerika Serikat untuk Gaza Tidak Pasti
https://parstoday.ir/id/news/world-i180568-cnn_rencana_amerika_serikat_untuk_gaza_tidak_pasti
Sebuah jaringan berita Amerika dalam sebuah analisis menyatakan bahwa rencana yang diusulkan oleh Amerika Serikat untuk masa depan Gaza, meskipun mencakup struktur-struktur baru, menghadapi tantangan politik dan operasional yang serius serta memiliki prospek yang tidak pasti.
(last modified 2025-11-18T01:15:49+00:00 )
Nov 18, 2025 08:13 Asia/Jakarta
  • CNN: Rencana Amerika Serikat untuk Gaza Tidak Pasti

Sebuah jaringan berita Amerika dalam sebuah analisis menyatakan bahwa rencana yang diusulkan oleh Amerika Serikat untuk masa depan Gaza, meskipun mencakup struktur-struktur baru, menghadapi tantangan politik dan operasional yang serius serta memiliki prospek yang tidak pasti.

Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, pada 29 September 2025 dalam konferensi pers bersama Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel, mengungkapkan rencana 20 poin untuk gencatan senjata di Gaza. Hamas, pada 3 Oktober 2025 sebagai tanggapan terhadap rencana gencatan senjata Trump, menyatakan persetujuan terhadap penghentian penuh perang, pertukaran tahanan, dan pengelolaan mandiri Gaza, serta meminta agar isu-isu masa depan Gaza dibahas dalam kerangka kepentingan nasional Palestina. Menurut Pars Today, jaringan CNN Amerika meninjau rencana yang diusulkan Washington untuk masa depan pemerintahan, keamanan, dan rekonstruksi Gaza, dan menyebutnya sebagai “sangat tidak pasti.”

Jaringan tersebut menyatakan bahwa rencana Trump untuk Gaza, yang diajukan dalam bentuk sebuah resolusi di Dewan Keamanan PBB, bertujuan untuk membawa pihak-pihak terkait dari gencatan senjata yang rapuh menuju perdamaian berkelanjutan.

Namun demikian, CNN menyebutkan bahwa rencana Amerika tersebut menghadapi penolakan dari sebagian aktor internasional, dan sejumlah pejabat rezim Zionis juga menentang beberapa bagiannya. Selain itu, terdapat kemungkinan bahwa rencana tersebut akan diveto oleh Rusia atau Tiongkok.

Menurut jaringan ini, rincian pelaksanaan rencana Trump untuk Gaza, termasuk komposisi anggota dewan perdamaian dan batas kewenangannya, masih belum ditetapkan. Di sisi lain, bagian lain dari rencana tersebut mencakup pembentukan “pasukan internasional untuk menciptakan stabilitas” dengan koordinasi Tel Aviv dan Kairo yang bertugas melucuti senjata dan membongkar infrastruktur militer. Namun hingga kini, tidak ada negara yang menyatakan kesediaan untuk berpartisipasi, sementara Amerika Serikat sendiri tidak berniat mengirimkan pasukan.

CNN dalam laporannya menegaskan bahwa rencana Donald Trump mengacu pada proses transfer kekuasaan kepada Otoritas Palestina setelah dilakukan reformasi dan diadakannya pemilu. Meskipun demikian, upaya menemukan individu-individu independen untuk mengelola Gaza serta penolakan rezim Zionis terhadap pembentukan negara Palestina yang merdeka, merupakan hambatan-hambatan utama yang dihadapi rencana tersebut.(PH)