Bagaimana Trump Mencabut Kepercayaan Eropa terhadap Washington?
-
Donald Trump dan Uni Eropa
Pars Today - Seorang anggota parlemen Jerman mengatakan bahwa Uni Eropa tidak lagi dapat mempercayai Amerika Serikat.
Pemerintahan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, telah mengajukan sebuah rencana 28 pasal untuk mengakhiri perang Ukraina dan Rusia. Berdasarkan rencana itu, Kiev harus menyerahkan sebagian wilayahnya kepada Moskow dengan imbalan jaminan keamanan, serta menerima pembatasan dalam kapasitas militernya. Uni Eropa dan sekutu-sekutu Ukraina lainnya menanggapi rencana Amerika secara negatif dan menyebutnya sebagai pemenuhan tuntutan Rusia.
Menurut laporan Pars Today, Norbert Röttgen, Wakil Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Parlemen Jerman merujuk pada publikasi rincian rencana Presiden Amerika untuk menyelesaikan krisis Ukraina, dan menyatakan bahwa bahkan jika dilakukan perubahan signifikan dalam rencana tersebut, Uni Eropa tetap tidak dapat mempercayai Amerika Serikat.
Ia menambahkan, Pengalaman terbaru menunjukkan bahwa kami, orang Eropa, tidak bisa bergantung pada Amerika. Situasi semacam ini belum pernah terjadi sejak berakhirnya Perang Dunia II. Kami kini hidup dalam dunia yang baru.
Politisi Jerman ini mengatakan bahwa sejak rincian rencana Trump untuk Ukraina dipublikasikan, atmosfer politik Jerman berada dalam keadaan terkejut. Röttgen menilai rencana Amerika sebagai faktor kekhawatiran bagi negara-negara Eropa dan menekankan bahwa Uni Eropa harus menyusun strategi independen untuk menghadapi dampak krisis Ukraina.
Sementara itu, berdasarkan survei bersama terbaru dari dua lembaga Data Praxis dan YouGov, pandangan warga Eropa terhadap Amerika Serikat setelah periode kedua kepresidenan Donald Trump menjadi negatif, dan orang Eropa tidak lagi mempercayai Washington sebagai sekutu. Perubahan kebijakan Amerika dalam perang Ukraina serta tarif ekonomi berat terhadap negara-negara Eropa telah membuat orang Eropa kini menilai Amerika sebagai mitra yang tidak dapat dipercaya.
Hasil survei menunjukkan bahwa orang Eropa sangat kecewa dengan pemerintahan baru Trump dan mempersiapkan diri untuk masa depan tanpa aliansi dengan Amerika.
Di tujuh negara Eropa, Inggris, Prancis, Jerman, Denmark, Swedia, Spanyol, dan Italia, popularitas Amerika menurun lebih dari 8 persen selama masa pemerintahan Trump. Penurunan ini terutama terlihat di Eropa Utara, di mana di Denmark popularitas Amerika turun 20 persen dan di Swedia turun 12 persen.
Setidaknya 23 persen warga Inggris, Prancis, Italia, dan Spanyol memiliki pandangan sangat negatif terhadap Presiden Amerika saat ini, 16 persen memiliki pandangan agak negatif, dan kurang dari 2 dari setiap 10 orang, yakni hanya 19 persen, memiliki pandangan positif terhadap Trump.(sl)