Apakah AS telah Menyandera Sekutunya dengan Kebijakan Ekonominya?
https://parstoday.ir/id/news/world-i182422-apakah_as_telah_menyandera_sekutunya_dengan_kebijakan_ekonominya
Pars Today - Badan Intelijen Pertahanan Denmark menuduh AS menggunakan kekuatan ekonomi untuk "memaksakan kehendaknya" pada sekutunya.
(last modified 2026-01-07T16:40:58+00:00 )
Des 17, 2025 13:46 Asia/Jakarta
  • Wakil Presiden AS J.D. Vance mengunjungi Stasiun Luar Angkasa Pitcairn di Greenland.
    Wakil Presiden AS J.D. Vance mengunjungi Stasiun Luar Angkasa Pitcairn di Greenland.

Pars Today - Badan Intelijen Pertahanan Denmark menuduh AS menggunakan kekuatan ekonomi untuk "memaksakan kehendaknya" pada sekutunya.

Surat kabar The Guardian menulis dalam sebuah laporan, "Badan Intelijen Pertahanan Denmark telah memperkenalkan Amerika Serikat sebagai ancaman keamanan untuk pertama kalinya dalam laporan tahunannya."

Menurut laporan Pars Today, laporan ini menekankan bahwa AS mencoba memaksakan kehendaknya pada sekutunya dengan menggunakan kekuatan ekonomi dan teknologinya dan bahkan tidak mengesampingkan kemungkinan menggunakan kekuatan militer terhadap mereka.

Bagian lain dari laporan itu menyatakan, "Persaingan antara kekuatan besar di wilayah Arktik telah secara signifikan meningkatkan perhatian global terhadap wilayah ini. Hal ini terutama terlihat dalam meningkatnya minat AS di Greenland.

Perhatian itu telah meningkatkan risiko spionase, termasuk spionase siber, dan upaya untuk menyusup ke berbagai bagian Kerajaan Denmark. Greenland masih dianggap sebagai bagian dari wilayah Denmark.

Laporan ini juga memperingatkan bahwa intensifikasi persaingan kekuatan besar di Arktik menimbulkan ancaman serius bagi Denmark, yang pernah memerintah Greenland sebagai koloni dan masih mengendalikan kebijakan luar negeri dan keamanannya.

Minggu lalu, “Strategi Keamanan Nasional AS” yang baru dirilis, dengan kata pengantar yang ditandatangani oleh Trump. Dokumen itu mengklaim bahwa Eropa akan menghadapi “erosi peradaban” selama dua dekade mendatang karena migrasi dan proses integrasi Uni Eropa, dan bahwa AS harus menentang “jalan yang ditempuh Eropa saat ini”.

Hal ini terjadi setelah Washington dan Kopenhagen sebelumnya tegang akibat pernyataan berulang Trump tentang keinginannya untuk mengambil alih kendali Greenland.

Awal tahun ini, Wakil Presiden AS J.D. Vance menuduh Denmark “gagal menjalankan tugasnya” di Greenland selama kunjungan ke pangkalan militer Pitcairn. Juga pada bulan Agustus, tuduhan kampanye pengaruh AS di Greenland menyebabkan Denmark memanggil kuasa usaha AS.

Baru-baru ini juga terungkap bahwa pemerintah Denmark telah membentuk unit yang disebut “Pengawasan Malam” untuk memantau ucapan dan tindakan Trump yang tidak terduga di luar jam kerja.(sl)